Monthly Archives: August 2020

Lomba Kebersihan, 5 Ruang Ini yang Dinilai

 Lomba kebersihan Mugeb Schools secara online untuk memperingati HUT RI ke-75 5 ruang yang dinilai, mulai halaman, ruang tamu, kamar, dapur, dan toilet.

PWMU.CO – Lomba kebersihan Mugeb Schools secara online untuk memperingati HUT ke-75 RI, lima ruang yang dinilai, yaitu halaman, ruang tamu, kamar, dapur, dan toilet.

Sekolah Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb School) mengadakan lomba kebersihan ini dilaksanakan Senin-Sabtu (10-15/8/20) untuk siswa 4 sekolah Muhammadiyah GKB Gresik, SD Muhammadiyah 1 GKB GresikSD Muhammadiyah 2 GKB Gresik, SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik.

Koordinator lomba kebersihan rumah Teri Angria Putri Perdana SSi kepada PWMU.CO melalui pesan Whatsapp, Sabtu (15/8/20) mengatakan lomba kebersihan rumah secara online ini merupakan salah satu wujud semangat bangsa dalam memperingati hari kemerdekaan di masa pandemi serta meningkatkan kemahiran hidup (life skill) siswa dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya.

“Lomba kebersihan rumah secara online ini bertujuan untuk menggalakkan hidup sehat di kalangan siswa. Ada tiga kategori dalam ketentuan lomba, Junior A untuk siswa kelas 1-3 SD, junior B untuk siswa kelas 4-6 SD dan teenage (remaja) untuk siswa SMP dan SMA,” ujarnya.

Dia menjelaskan lima ruang di rumah menjadi penilaian dewan juri. Setiap peserta lomba mengirimkan foto atau video lima ruangan rumah tersebut. Mekanisme penilaian, sambungnya, dilakukan dengan memberikan kriteria penilaian tertentu dari masing-masing ruangan. Beberapa di antaranya meliputi kerapian, sirkulasi udara, dan keanekaragaman tanaman di rumah.

Sarana Belajar Dunia Fotografi

Teri mengungkapkan pengumuman para juara dalam lomba ini dilakukan secara online setelah upacara bendera HUT ke-75 RI virtual, Senin (17/8/20).  

Nadiyah Salma R, siswi kelas VII International Class Program (ICP) 1 SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik memperoleh skor tertinggi 920 dinobatkan sebagai juara I.

“Lomba ini sangat menarik karena di masa pandemi ini kita memerlukan aktivitas untuk menghilangkan kebosanan, selain itu kegiatan ini juga dapat menjadi sarana belajar dalam dunia fotografi,” katanya melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/8/20).

Nadiya juga berpesan pada seluruh siswa siswi Mugeb Schools agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari lingkungan terdekat kita yaitu rumah.

“Mari kita selalu menjaga kebersihan rumah kita karena hidup sehat berawal dari rumah yang bersih,” tegasnya.

Berikut para pemenang lomba kebersihan rumah kategori teenage:

1. Juara I Nadiyah Salmaa R (Kelas VII ICP 1 SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik)

2. Juara II Chelsea Putri (Kelas VIII ICP SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik)

3. Juara III Rizkia Sekar Devi (Kelas VII ICP 2 SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik)

4. Juara Harapan I Aisyah Musaffa (Kelas X IIS 1 SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik)

5. Juara Harapan II M. Akhtar Alfaritzi (Kelas VIIIE SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik)

6. Juara Harapan III Dinara Safira (Kelas XI MIA 1 SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik)

Selamat untuk para pemenang!

Penulis Ririn Masfaridah. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/158990/08/19/lomba-kebersihan-5-ruang-ini-yang-dinilai/

Juara Lomba Menyanyi Lagu Kemerdekaan Mugeb School

Ini juara Lomba Lagu Kemerdekaan Mugeb School yang diumumkan secara online setelah upacara bendera memperingari HUT RI ke-75 secara virtual, Senin (17/8/20).

PWMU.CO – Juara lomba menyanyi lagu kemerdekaan Mugeb School yang diumumkan secara online setelah upacara bendera memperingati HUT Ke-75 RI secara virtual, Senin (17/8/20).

Empat sekolah Muhammadiyah GKB Gresik yang terdiri dari SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB dan SMA Muhammadiyah 10 GKB lewat Tim Sinergi Kesiswaan secara serentak menggelar lomba menyanyi lagu tema kemerdekaan online lewat aplikasi Instagram, Senin-Sabtu (10-15/08/2020).

“Ketentuan lomba menyanyi lagu tema kemerdekaan secara online ini dibagi menjadi tiga kategori. Junior A untuk siswa kelas I-III SD, junior B untuk siswa kelas IV-VI SD dan teenage (remaja) untuk siswa SMP dan SMA,” jelas Rifan Al Fikri SPd, koordinator lomba kategori teenage.

Kepada PWMU.CO, Fikri mengatakan lomba menyanyi lagu tema kemerdekaan secara online ini bisa menjadi alternatif untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia walaupun siswa sedang di rumah saja dan pastinya sering mengakses media sosial.

“Video dari lomba menyanyi ini diunggah di media sosial Instagram via IGTV dengan menandai akun instagram para juri dan juga siswa memberi hastag,” tambahnya.

Guru Seni Budaya SMA Muhammadiyah 10 GKB ini ini pun cukup senang dan bangga karena karya dari siswa-siswi yang mengikuti lomba menyanyi online tersebut sangat kreatif dan variatif. Pasalnya, lanjutnya, peserta dari lomba ini dengan totalitas membawakan lagunya.

“Musik yang dipakai peserta ini ada yang karaoke ada juga yang live music. Ada yang rekaman di studio, di rumah bahkan ada yang sampai membuat video clip,” ujarnya.

Penilaian Aspek Vokal

Sementara itu, juri dari lomba menyanyi online Nur Silfianah SPd menjelaskan ada beberapa aspek penilaian yang harus dicapai oleh peserta.

“Penilaian lomba ini mencakup kejelasan vokal, penampilan (kostum dan koreografi), penghayatan, dan harmonisasi antara suara dan musik,” ujar guru Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 2 GKB itu, kepada PWMU.CO lewat WhatsApp.

Karina Athandini, siswi SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) dinyatakan sebagai juara I. Karin, panggilan akrabnya, mengaku senang saat namanya disebut sebagai pemenang.

“Alhamdulillah, saya senang tapi kaget juga. Saya niatnya cuma ingin nambah pengalaman dan ingin mengukur kualitas suara saya di mata orang-orang,” tuturnya.  

Dia mengaku sudah senang bernyanyi sejak kelas II SD. “Saya bersyukur, namun tidak merasa puas diri. Di video saya nyanyi itu masih ada kurangnya, seperti ada nada yang kurang sesuai dan takut narik suaranya. Ke depan saya akan selalu berlatih dan berlatih nyanyi lagi,” kata alumni SD Muhammadiyah 1 GKB ini.

Berikut daftar pemenang dari lomba menyanyi lagu kebangsaan kategori teenage:

1. Juara I Karina Athandini (Kelas VII ICP 2 SMPM 12 GKB)

2. Juara II Nadine Agatafreya (Kelas VIII ICP SMPM 12 GKB)

3. Juara III Wulan Ramadhani Cahya Rizqi (Kelas XI MIA 3 SMAM 10 GKB)

4. Juara Harapan I Qonita Zakiyah (Kelas VIII A SMPM 12 GKB)

5. Juara Harapan II Muhammad Zaidan Rizqy Alvinnorea (Kelas VII ICP 1 SMPM 12 GKB)

6. Juara Harapan III Wynona Arda Silmikaffah (Kelas XII MIA 1 SMAM 10 GKB)

Selamat untuk para pemenang! (*)

Penulis Novania Wulandari. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

Juara Lomba Menyanyi Lagu Kemerdekaan Mugeb School

Mugeb School Gelar Lomba Kostum Pejuang

Mugeb gelar lomba kostum pejuang dalam memperingati HUT RI ke-75 yang diikuti 95 siswa dari 4 sekolah dalam naungan Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik.

PWMU.CO – Mugeb School gelar lomba kostum pejuang dalam memperingati HUT RI ke-75 yang diikuti 95 siswa dari 4 sekolah dalam naungan Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik.

Koordinator lomba dari tim kesiswaan SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) Rifatut Tamamiyah SPd saat dihubungi via Whatsapp, Ahad (16/8/20) mengatakan selain untuk memeriahkan HUT RI, lomba ini juga diharapkan dapat membangkitkan rasa nasionalisme para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Harapannya dengan memakai kostum pejuang anak-anak merasakan bagaimana perjuangan para pahlawan dulu saat berjuang demi Kemederkaan Indonesia,” ujarnya.

Rifa, sapaan akrabnya, menjelaskan tim kesiswaan di lingkungan sekolah Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb School) mengadakan lomba ini diperuntukan bagi siswa dari SD Muhammadiyah 1 GKBSD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB. Peserta terbanyak dari jenjang sekolah dasar.

Pada lomba ini, lanjutnya, panitia memetakan beberapa kategori di antaranya junior A yang diikuti kelas I-III SD, junior B untuk kelas IV-VI SD, dan kategori teenage kelas VII SMP – XII SMA. Penilaian, sambungnya, diambil dari kreativitas kostum.

“Kita memiliki 3 kategori juniaor A, junior B dan teenage. Penilaian berdasarkan kreativitas kostum 60 persen, pose atau gaya 30 persen, dan quotes foto 10 persen,” jelasnya.  

Tidak Mengurangi Jiwa Nasionalisme

Rifa mengungkapkan meski diadakan secara virtual lomba ini tidak mengurangi jiwa semangat anak-anak untuk tetap berkompetisi. Semangat anak-anak dalam mengikuti lomba ini juga tergambar dari bukti foto yang mereka kirimkan kepada panitia lomba.

“Anak-anak sangat totalitas dalam lomba ini, sampai-sampai ada yang naik gunung maupun tiarap,” katanya.  

Dia memaparkan salah satu peserta dari Smamio yang memenangkan juara I kategori teenage juga membenarkan meski virtual tetap mempersiapkan dengan matang.

“Persiapannya sangat matang sampai-sampai saya cari lokasinya ala-ala hutan. Saya pakai kostum dari nenek,” ungkap Hazizah Martina Sari kelas XII MIA 3.

Dia menuturkan perasaan saat iku lomba senang sekali. Tapi pas mau daftar saya bimbang dan malu untuk ikut lomba ini. Berkat dukungan dari orangtua saya memberanikan diri dan percaya diri kalau saya pasti bisa. Berkat lomba ini saya yang dulu sangat malu sekali kini saya lebih percaya diri lagi.

Tak hanya Hazizah, A’idah Halimatus Sadiyah peserta dari kelas XI MIA 3 juga mengikuti lomba ini dengan totalitas sampai berdiskusi dengan orangtua dan wali kelas.

“Persiapannya aku awalnya berbicara dengan Mama, harus memakai kebaya seperti apa. Setelah berdiskusi, akhirnya memutuskan untuk memakai baju kebaya dan jarik yang dimiliki Mama. Awalnya ingin mencari pahlawan yang berhijab tetapi bingung akhirnya berunding dengan wali kelas saya dan memutuskan untuk kostum pahlawan ibu Fatmawati,” ujarnya.  

Ini Daftar Juara Perjuangan

Rifa menjelaskan pemenang dalam lomba berkostum pejuang diumumkan setelah pelaksanaan upacara virtual live melalui akun YouTube sekolah, Senin (17/8/20).

Berikut para juara lomba kostum perjuangan kategori teenage dalam rangka memperingati HUT RI ke-75:

  1. Juara I  Hazizah Martina Sari kelas XII MIA 3
  2. Juara II Yusuf Al Badawi kelas VIII E
  3. Juara III A’idah kelaa XI MIA 3
  4. Harapan I Surya Syahputra Purwoko kelas X IIS 2
  5. Harapan II Rafa Alvaro kelas VII ICP-1
  6. Harapan III Nadine Agathafreya kelas VIII ICP

Selamat untuk para juara. (*)

Penulis Dyah Nanda. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/158808/08/18/mugeb-school-gelar-lomba-kostum-pejuang/

Terima Kasih Corona di Kalbu Smamio

 

Terima Kasih Corona di Kalbu Smamio menjadi tema menarik bagi siswa dalam kajian Islam secara virtual, Jumat (14/8/20) melalui akun Youtube Smamio GKB Channel.

PWMU.CO – Terima Kasih Corona di Kalbu Smamio menjadi tema menarik bagi siswa dalam kajian Islam secara virtual, Jumat (14/8/20) melalui akun Youtube Smamio GKB Channel.

Tim Pembiasaan dan Pembinaan Karakter SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik tetap produktif dengan memberikan kajian Islam di tengah landemi Covid-19.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter Siswanto SPdI menjelaskan tim al-Islam Smamio terus berinovasi untuk tetap mengedukasi siswa secara virtual. Pandemi ini bukan menjadi halangan untuk tidak belajar agama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan keislaman untuk siswa. Selain itu, juga sebagai benteng keimanan agar siswa terarah sesuai aturan al-Quran dan Sunnah yang shahih,” ujarnya.

Dalam Kajian online bertajuk Kalbu (Kajian Malam Sabtu) yabg diselenggarakan setiap hari Jumat pukul 18.00-19.00 WIB, Siswanto mengungkapkan kegiatan ini juga untuk memberikan ilmu baru pada siswa tentang istilah-istilah keagamaan dengan bahasa yang dapat mudah dipahami oleh siswa.

Perlunya membahasakan istilah-istilah dalam agama dengan kemasan bahasa-bahasa yang bisa mudah dipahami oleh anak-anak milenial.

“Materi ini diambil juga untuk bisa mengarahkan siswa dalam pemikiran yang benar. Siswa kita banyak yang berinteraksi dengan gadget, maka kita butuh meluruskan pemikiran yang benar,” jelasnya.

Terima Kasih Corona

Pada episode pertama yang mengangkat tema ‘Terima Kasih Corona’, Siswanto menjelaskan sebagai manusia kita harus bersyukur dengan datangnya corona.

“Peran Corona itu untuk menyadarkan kita. Segala musibah atas kehendak Allah. Corona itu suka dengan hal yang kotor. Datangnya corona kita disadarkan untuk menjadi manusia yang mencintai kebersihan. Selain itu corona juga membersihkan bumi yang kotor ini,” jelasnya.

Dari segi kebersihan, menurutnya, kita sudah dididik untuk lebih bersih dari segi sosial. Sebelum datangnya corona di semua belahan dunia banyak perkumpulan-perkumpulan yang tidak dikehendaki oleh Allah seperti gay ataupum sesama jenis. Sekarang isu-isu seperti itu sepi.

Di episode kedua, Kalbu yang dibawakan Fiqih Risallah MA mengangkat tema Agen Tuhan.

Dia mengungkapkan materi ini bertujuan untuk memberikan motivasi pada siswa tentang keistimewaan manusia sebagai makhluk yang istimewa.

“Seri Islamic Worldview ini memberikan cara pandang pada dunia yang seolah nyata pada kita. Kalau diberi kesempatan saya akan menyampaikan Islamic Worldview ini secara serial,” ujarnya.

Siswa, sambungnya, ketika lulus dan kuliah akan menghadapi tantangan-tantangan yang bersifat terbuka.

Kegiatan ini pun disambut positif oleh wali siswa dan siswa. Seperti halnya yang disampaikan Lukluatul Baroroh wali siswa Dzulkifli kls X MIA 2. Dia mengungkapkan acara ini memberikan wawasan baru buat anak agar lebih dekat dengan Allah dan terus semangat belajar.

“Terima kasih ustad ustadzah Smamio telah berbagi ilmu. Senang mengikuti KALBU malam ini. Temanya sangat bagus, ditunggu kajian berikutnya. Keren Smamio,” tuturnya.

Kalbu juga disambut antusias siswa, tak terkecuali Balqies Khairunnisya. Siswa yang duduk di kelas XI IIS 1 ini menyampaikan kemasan caranya bagus sekali.

“Pembahasan materinya juga sangat menarik. Materi yang diberikan tidak Al Islam yang itu itu saja. Materi yabg diberikan kekinian apa yang sedang jadi topik di masyarakat, seperti Terima Kasih Corona dan Agen Tuhan. Judul materinya bikin penasaran,” tambahnya. (*)

Penulis Dyah Nanda. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/158589/08/16/terima-kasih-corona-di-kalbu-smamio/

PJJ Smamio Direspon Positif

PJJ Smamio mendapat respon positif dari siswa. Hal ini disampaikan Diah Ayu Puspita yang mengaku pembelajaran virtual itu menyenangkan.

 

PWMU.CO – PJJ Smamio mendapat respon positif dari siswa. Hal ini disampaikan Diah Ayu Puspita yang mengaku pembelajaran virtual itu menyenangkan.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah dilakukan SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik selama empat pekan mendapat respon positif di tengah pandemi Covid-19 yang menuntut siswa mandiri di rumah.

Menurut siswa yang duduk di kelas kelas XI MIA 1 ini pembelajaran PJJ yang diberikan sekolah menyenangkan dan menarik.

“Selain ada modul atau PPT dari ustadz ustadzah, ada juga video pembelajaran yang menarik yang membuat kita bisa memahami materi meskipun harus diulang-ulang,” ujar siswi yang akrab disapa Diah ini pada PWMU.CO, Senin (10/8/20).

Dia menjelaskan tidak hanya materi pembelajaran, video conference yang dilakukan oleh guru Smamio kepada siswa-siswinya bisa menambah semangat belajarnya.

Hal senada juga disampaikan Zafira Auzia Najwa. Siswa kelas XII IIS 2 ini mengaku senang dengan pembelajaran virtual. Pembelajaran virtual, lanjutnya, cukup mudah untuk diakses. Ditambah dengan adanya video penjelasan materi yang membantu ia belajar.

“Tinggal membuka alamat website Smamio, lihat jadwalnya lalu kita bisa langsung mengakses e-learning yang bernama Moodle. Di situ sudah ada modul serta soal-soal materi yang bisa kita pelajari tanpa batas waktu dan sesuka hati kita,” ungkapnya.

Siswa harus Mandiri

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan Jamilah SSi menjelaskan siswa Smamio harus terus belajar. Selain itu, sambungnya, mereka juga tak lupa untuk melaksanakan pembiasaan seperti shalat Dhuha dan tadarus yang biasa dilakukan di sekolah walaupun saat ini pelaksanaannya di rumah saja.

“Meskipun jadwal yang diberikan sekolah hanya 2-3 mata pelajaran per harinya, siswa Smamio harus mandiri untuk mengakses pelajaran yang ada di e-learning sehingga tetap produktif di rumah,” pesan Jamilah.

Dia mengungkapkan proses PJJ ini adalah ajang anak untuk berlatih mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Anak-anak, menurutnya, juga bisa berlatih untuk mengatur waktu karena sistem belajar virtual school ini fleksibel.

“Tetap semangat belajar di rumah anak-anak hebat Smamio. Sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada orangtua siswa Smamio yang terus memberikan dukungan dan juga pendampingan kepada anak-anak sehingga tetap bersemangat meskipun kondisinya masih belajar di rumah,” tandasnya. (*)

Penulis Novania Wulandari. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/157951/08/11/pjj-smamio-direspon-positif/