Monthly Archives: November 2020

Penilaian Akhir Semester Online

WhatsApp Image 2020-11-27 at 10.28.39

Selamat menempuh Penilaian Akhir Semester berbasis Online siswa-siswi SMA Muhammadiyah 10 GKB ☺️

 

#smamiogkbgresik
#myschoolmyinspiration

Pengalaman Jerman: Pelajaran Sekolah Berdasarkan Fakta Bukan Statemen

Pengalaman Jerman berupa pelajaran berdasarkan fakta bukan statemen disampaikan Ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Mohammad Rokib, Sabtu (28/11/20).

Ketua PCIM Jerman Muhammad Rokib saat memberikan materi di Webinar Penguatan Ideologi Muhammadiyah Majelis Dikdasmen PCM GKB (tangkapan layar Ria Rizaniyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pengalaman Jerman pelajaran sekolah berdasarkan fakta bukan statemen. Hal itu disampaikan Ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Mohammad Rokib, Sabtu (28/11/20).

Dalam kegiatan webinar Penguatan Ideologi Muhammadiyah yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PCM GKB yang mengangkat tema Future Challenges and  Opportunities of Education in Disruption Era (Pasca Covid-19) Rokib menjelaskan sekolah di Jerman menerapkan pembelajaran berdasarkan praktik. Misalnya tema perkebunan, maka siswa diajak praktik langsung di kebun untuk memformulasikan teori apa yang diperoleh.

“Sekolah di Jerman menerapkan pelajaran berdasarkan fakta bukan berdasarkan statemen. Sekolah masa depan tanpa PR,” jelasnya.

Sistem pendidikan, lanjutnya, bisa meninjau ulang kurikulum yang sudah berlaku sekarang dengan menerapkan dan menitikberatkan pada praktik.

Pendidikan Pasca -Pandemi

Rokib menerangkan realita pembelajaran di masa pandemi ini beralih menjadi pembelajaran online. Guru mengajar secara online karena sangat dibatasi. Pandemi yang tidak memungkinkan tatap muka. Jalur online menjadi satu satunya jalan untuk pelaksanaan pembelajaran.

“Zoom dipilih oleh satuan pendidikan sebagai salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran, berbeda dengan model pembelajaran sebelumnya,” jelasnya.

Dia memaparkan apa yang terjadi saat teknologi mengalihkan model pembelajaran, “Kita menjadi benar-benar berjarak dengan teman teman dan orang di sekitar kita. Kita harus menerapkan social distancing, yang sangat berpengaruh dalam komunikasi antara teman atau dengan tetangga kita.”

“Siswa bisa jadi cenderung lebih individual, kecakapan berkomunikasi dan bernegosiasi berkurang dikhawatirkan berkurang juga ketrampilan berkomunikasinya,” tambahnya.

Peran Orangtua dalam Pembelajaran Online

Rokib berharap siswa aktif dalam pembelajaran online, tapi kenyataannya dalam pembelajaran yang lebih aktif adalah pendampingnya, yaitu orangtuanya.

“Jangan-jangan ibu-ibu yang lebih aktif mendampingi. Sebenarnya belum ada survei yang signifikan tentang itu. Atau bahkan ibu yang berperan membentuk karakter siswa? Ini belum ada riset. Namun bisa kita amati, guru mentransformasi pengetahuan melalui teknologi zoom, seberapa pengaruhnya pada siswa? Atau bahkan pendampingan orangtua lebih signifikan,” katanya.

Kita, sambungnya, harus menggandeng orangtua dalam pembentukan karakter siswa, sebagai pertimbangan untuk mengelola pendidikan. Presentasi waktu ayah dan ibu mendampingi anak belajar dari rumah. Ibu memiliki waktu yang lebih banyak dari pada ayah. Orangtua mempunyai peran lebih dominan dalam membentuk karakter siswa.

“Sekolah harus lebih inten berkomunikasi dengan orang tua untuk bersama membentuk karakter siswa,” imbuhnya.

Metode Belajar Online Versus Offline

Dalam pembelajaran online, menurutnya, e-learning sebagai tools dalam pembelajaran selama pandemi.

“Hasil riset Mailizar dkk- Eurasia Journal of Mathematics Science and Technology Education 2020, siswa mengalami kelemahan atau kekurangan dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Pada mata pelajaran matematika, siswa kurang bisa memahami materi yang disampaikan guru yang disebabkan kurang memadainya akses internet dan akses perangkat, baik laptop atau HP,” jelasnya.

Simpulannya, lanjutnya, Indonesia mengalami masalah besar yakni kegagalan dalam pembelajaran matematika.

Pendidik Butuh Penguatan Skill ICT

Rokib mengungkapkan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut pendidik butuh penguatan skill Information and Communication Technology (ICT), di mana pendidik menjadi elemen utama yang harus dikuatkan keterampilan ICT-nya.

Baca Juga:  Guru Mugeb School Diajak Simpan Saham Spiritual

Setelah pandemi berakhir, sambungnya, diperkirakan ini masih relevan dalam penerapan pascapandemi yang masih membutuhkan ketrampilan ICT, baik itu design dan video materi.

“Dalam pelatihan, guru harus didorong untuk memiliki ketrampilan ICT. Keterampilan yang menjadi faktor utama. Nanti kita buktikan setelah pandemi berlalu karena saat ini siswa sudah terbiasa online. Mereka menemukan simulasi materi tertentu dengan akses online,” jelasnya.

Jangan-jangan, khawatirnya, apa yang dijelaskan guru menjadi tidak menarik lagi karena mereka sudah terbiasa dengan sensibilitas digital atau virtual sensibility yang membentuk selera siswa lebih suka mencari pengetahuan secara virtual. Ini adalah tantangan sekaligus peluang pendidikan di era mendatang.

Buat Konten Bentuk Tabiat

Dia mengungkapkan karakter baru siswa karena terlalu sering akses online menjadikan mereka lebih suka melihat materi secara online dari internet.

“Mereka suka mencari pengetahuan lewat digital. Guru harus ikut andil untuk mengarahkan anak, mungkin dengan membuat konten-konten yang bisa membentuk tabiat yang baik,” jelasnya.

Menurutnya, blanded learning visualisasi materi dengan interaksi langsung dengan peserta didik  diprediksi menjadi peran penting dalam pendidikan.

Perubahan Model Asesmen

Rokib menjelaskan di Indonesia sudah diterapkan UTBK (ujian tulis berbasis komputer). Namun kalau penilaian pendidikan di Jerman langsung dari praktik atau proyek penelitian.

“Tuntutan perubahan model asesmen, tidak hanya fokus pada ujian tulis saja. Tentunya sekolah Muhammadiyah lebih fast respon untuk mempertimbangkan perubahan model asesmen dengan kemungkinan ketrampilan siswa yang diujikan,” jelasnya.

“Areliability (AR) akan membuat visualisasi yang menjadikan pengajaran menjadi lebih baik. Kecenderungan karakter siswa diprediksi lebih suka dengan hal-hal yang lewat media digital. Penjelasan proses bisa dilihat lewat media animasi akan lebih menarik,” jelasnya.

Ini, imbaunya, menjadi tantangan baru bagi sekolah dan guru untuk dapat menyesuaikan diri di era pasca pandemi.

Pendidikan Masa Panedmi di Jerman

Rokib mengungkaokan saat ini sekolah di Jerman sudah masuk sejak bulan Agustus, dengan penerapan protokol kesehatan, wajib memakai masker. Jika tidak memakai masker didenda 10 juta dan di-black list.

“Setelah lockdown bulan Maret sampai Agustus, penerapan pendidikan sudah berbeda. Di Jerman, sekolah tidak punya ruang kelas, namun adanya ruang belajar,” ungkapnya.

Di mana, lanjutnya, guru sudah memiliki materi ajar tertentu dan siswa sudah memiliki proyek atau tugas masing-masing yang dimediasi oleh laptop, laboratorium, buku teks. Tidak ada ruang kelas, namun jika ada siswa yang punya masalah dalam pengerjaan proyek, mereka akan menemui guru di ruang tertentu dan akan ada penjelasan khusus untuk siswa tersebut.

“Guru berfungsi sebagai learn partner (partner belajar). Sekolah meniadakan PR, semua dikerjakan di sekolah. Yang belum paham akan dipanggil guru secara individu untuk mendapatkan pendampingan (coaching) yang dirasa sangat efektif dengan durasi waktu kurang lebih 20 menit,” tandasnya.

Penulis Ria Rizaniyah. Co-Editor IchwanArif. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

https://pwmu.co/169823/11/29/pengalaman-jerman-pelajaran-sekolah-berdasarkan-fakta-bukan-statemen/

Siswa SMAMIO Juarai Lomba OPSI (Olimpiade Pahlawan Sains Indonesia)

🎖️ 🏆 🎖️ 🏆 🎖️ 🏆 🎖️ Alhamdulillah dan selamat kepada para pemenang Lomba OPSI

🎖️ 🏆 🎖️ 🏆 🎖️ 🏆 🎖️
Alhamdulillah dan selamat kepada para pemenang Lomba OPSI

Dua Guru GKB Tempuh Pendidikan Doktor

Dua Guru GKB Isa Iskandar SSi MPd dan Anis Shofatun SSi MPd menempuh Pendidikan Doktor di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).Anis Shofatun dan Isa Iskandar tempuh pendidikan doktor di Unesa (Yoyok/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua Guru GKB Isa Iskandar SSi MPd dan Anis Shofatun SSi MPd menempuh pendidikan doktor di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Mereka mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan program doktoral dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Nanang Sutedja SE MM mengatakan pemberian beasiswa untuk melanjutkan S2 maupun S3 untuk guru adalah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas yang tinggi dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan, khususnya sekolah di Muhammadiyah GKB (Mugeb) Gresik.

“Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar lebih memiliki wawasan keilmuan lebih tinggi dan mendalam,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (10/11/20).

Lebih Mumpuni di Bidang Pendidikan

Nanang mengungkapkan pemberian beasiswa ini sebagai bagian dari langkah meningkatkan knowledge based organisasi sekolah sehingga lebih mumpuni di bidang pendidikan. Selain itu, lanjutnya, dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan khususnya bidang SDM dan manajemen sekolah di Mugeb ini.

“Ini adalah wujud sinergi empat sekolah Mugeb dalam melangkahkan dan menerapkan continual improvement secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dia berharap melalui program ini bisa meningkatkan keunggulan sekolah dengan SDM yang lebih kompeten di bidang pendidikan, bisa memperkuat pusat keunggulan sekolah dalam pengembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi, dan meningkatkan peran dan kontribusi nyata persyarikatan Muhammadiyah dalam layanan pendidikan yang lebih bermutu dan profesional di masyarakat.

Saat ini, sambungnya, berarti Majelis Dikdasmen PCM GKB sudah mengikutikan program beasiswa doktoral pada lima guru. Sebelum sudah ada tiga yang menempuh di S3 di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogyakarta, dan Universitas Teknologi Malaysia (UTM).

Jalani Kuliah Virtual

Isa Iskandar yang mendapatkan beasiswa mengaku senang dengan diberikan amanah melanjutkan pendidikan doktoral. Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik periode 2016-2020 ini melakukan persiapan dengan menambah literatur dan wawasan terkait dengan bidang garap teknologi pendidikan.

“Untuk kuliah regular dilaksanakan tiga kali dalam saru pekan,” jelasnya.

Isa, sapaan akrabnya, yang mengambil Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas llmu Pendidikan memaparkan metode kuliah menggunakan tatap muka virtual, melalui E-learning, bisa menggunakan  program Edmodo maupun Google Classroom.

“Untuk melancarkan proses pendidian akan melakukan persiapan desain disertasi sejak semester awal,” ujarnya.

Tidak Terpikir Sebelumnya

Anis Shofatun yang merupakan Waka Pengembangan Pendidikan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik periode 2016-2020 merasa ndredeg dan bingung ketika mendengar mendapatkan kesempatan melanjutkan S3 ini.

“Namun, bersyukur bisa untuk kedua kalinya menerima beasiswa studi lanjut dari Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik. Sempat bimbang untuk apa sekolah tinggi-tinggi terlebih di program doktoral. Pendidikan master saja dirasa sudah lebih dari cukup karena sebenarnya yang terpenting kebermanfaaan ilmu bagi keluarga dan orang lain,” ujarnya.

Dia mengatakan sering menerima lecutan motivasi dari Nanang Sutedja setiap diberikan tantangan baru dan penugasan di luar batas kemampuan.

“Ambil setiap kesempatan pertama yang hadir bagimu. Siap ataupun belum siap karena belum tentu peluang dan keberuntungan itu hadir untuk yang kedua kalinya kepadamu,” ucapnya menirukan ucapan Nanang. 

Bekal dari PWMU.CO

Mengambil Jurusan Pendidikan Sains di Unesa, pada awalnya Anis merasa kesulitan karena sudah banyak kampus yang menutup pendaftaran di akhir bulan Sepetember 2020.

“Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan seleksi melalui pendaftan gelombang IV  di Unesa dan inipun sudah tertinggal kuliah selama dua pekan. Tapi alhamdulillah bisa beradaptasi. Temen-teman sekelas banyak dari kalangan kampus, dosen, kepala program studi, ketua LPMP dan dari lembaga riset sains dan education,” jelasnya.

Untung saja, lanjutnya, sudah memiliki bekal dari ‘sekolah menulis’ PWMU.CO. Lumayan, sambungnya, setahun ini berbekal memjadi kontributor atas  gemblengan editornya sedikit banyak memiliki bekal keterampilan teknis kepenulisan yang baik. “Biasanya menulis berita atau opini. Kini harus bergulat dengan artikel-artikel, referensi ilmiah, serta jurnal-jurnal bereputasi internasional.”

Anis pun mengucapkan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen PCM GKB atas kesempatan dan support-nya. Memberikan ruang yang luas untuk banyak berperan lebih dan kesempatan belajar dalam pengembangan pendidikan. “Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran.”

Selamat buat Isa Iskandar dan Anis Shofatun! (*)

https://pwmu.co/168040/11/11/dua-guru-gkb-tempuh-pendidikan-doktor/

Penulis Ichwan Arif. 

Editor Mohammad Nurfatoni.