Monthly Archives: December 2020

SMAMIO berhasil meraih juara umum dalam ajang ME Award Special Edition 2020

WhatsApp Image 2020-12-31 at 09.41.24 (1)

Selamat kepada para pemenang ME Awards 2020

✨Adi Amar Haikal Husin – Special Award 1 Kategori Tahfidz SMA
✨Dwinta Lajjarotus – Special Award 7 Kategori Tahfidz SMA
✨Yoraisa Ghany Setiawan – Silver Medal Kategori Speech English
✨Nabila Eka & Rahman Maulana – Special Award 2 Kategori Podcast SMA
✨Elsa Alifia & Azzahra Egilia – Special Award 5 Kategori Podcast SMA
✨Israzul Aji – Special Award 7 Kategori Tenaga Kependidikan Berprestasi
✨ Yeni Ratnasari – Special Award 2 Kategori Tenaga Kependidikan Berprestasi
✨SMAMIO-Gold Medal Kategori Regulatory Compliance
✨SMAMIO-Gold Medal Kategori International Achievements

Tidak Hanya Jual Gedung, Sekolah Harus Buktikan Kinerja

Tidak hanya jual gedung, sekolah juga harus buktikan kinerjanya disampaikan Dr Isa Anshori MSi Closing Remarks Workshop Asesmen Ketuntasan Minimal (AKM), Kamis (17/12/20).

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, Dr Isa Anshori MSi (tangkapan layar Dyan Nanda/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tidak hanya jual gedung, sekolah juga harus buktikan kinerjanya disampaikan Dr Isa Anshori MSi dalam closing remarks “Workshop Special Edition”, Kamis (17/12/20).

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur ini menjelaskan paradigma pembelajaran saat ini sudah berbeda. Sekolah tidak hanya menjual gedung, tetapi harus dibuktikan dengan kinerja.

“Asesmen kompetensi minimum atau AKM bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sekolah atau madrasah,” ujarnya.

Dengan cara ini, lanjutnya, nanti akan diperoleh informasi perbaikan pembelajaran di masing-masing sekolah itu yang nantinya bisa berdampak pada karakter dan kompetensi siswa. Dari sini akan ada perubahan paradigma Pendidikan. Orientasi kinerja untuk membentuk karakter anak yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini.

Kalau dulu, sambungnya, lebih banyak berorientasi pada pemenuhan-pemenuhan yang sifatnya materi. Maka sekarang berubah menjadi performance base. Orientasinya pada kinerja. Jadi, kalau dulu sekolah berpikir bagaimana membangun gedung dengan berbagai macam fasilitas yang megah yang lengkap, maka sekarang harus diubah.

 

“Bagaimana caranya agar gedung dengan berbagai fasilitas yang ada itu betul-betul berfungsi untuk membenuk karakter anak yag lebih bagus. Jadi semegah apapun gedung dan fasilitas itu kalua tidak dikembangkan dalam proses belajar mengajar maka tidak ada artinya,” tegasnya.

Desain Pembelajaran

Isa memaparkan guru juga harus bisa memberikan desain pembelajaran yang baik kepada siswa. Termasuk di antaranya literasi dan numerasi untuk menunjang ketrampilan siswa agar dapat menentukan skala prioritas.

“Guru harus bisa membuat desain pembelajaran yang menarik yang bisa menumbuhkan budaya anak untuk melakukan literasi membaca karena membaca itu penting sehingga nanti di perguruan tinggi anak sudah memiliki kemampuan literasi yang bagus. Budaya menghitung, untuk menentukan skala prioritas,” ungkapnya.

Kemampuan Menghitung Masih Kurang

Hal senada juga Dr Hidayatulloh MSi. Dalam Workshop Special Edition ME Awards 2020 Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu mengatakan kemampuan membaca, berhitung, dan sains anak Indonesia masih kurang. Oleh karena itu, harus disikapi dengan memberikan desain pembelajaran yang lebih baik untuk mengatasi masalah tersebut.

 

“Capaian PISA kemampuan membaca, matematika, dan sains dari anak Indonesia belum menunjukkan prestasi yang membanggakan. Itu menunjukkan bahwa kemampuan tersebut menjadi masalah,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, beberapa kegiatan literasi yang harus disikapi dengan positif oleh masyarakat saat ini. Terdapat lima literasi yang harus dikembangkan dalam abad 21.

“Literasi baca tulis, meniscayakan kemampuan kita dan peserta didik baik yang tersurat maupun tersirat. Jadi tidak hanya membunyikan kalimat tapi juga memahami isi kalimat tersebut. Kemampuan untuk menuangkan ide gagasan, agar tidak hanya transfer knowledge,” ungkapnya.

Kemampuan literasi numerasi juga tidak kalah pentingnya dari literasi baca tulis karena literasi numerasi dapat membantu untuk memahami dan meprediksi sesuatu yang akan datang.

Dr Hidayatulloh MSi (tangkapan layar Dyan Nanda/PWMU.CO)

Menyelesaikan Masalah dalam Kehidupan

Hidayatulloh menegaskan literasi numerasi adalah kemampuan untuk menggunakan angka dan simbol sangat penting agar dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan ini.

 

“Selain itu, dapat mengantarkan kita untuk dapat menganalisis grafik-grafik dan bisa untuk memprediksi sesuatu hal termasuk proyeksi dunia pendidikan yang akan datang,” katanya.

Dia mengatakan literasi sains memberikan kemampuan kepada kita untuk bisa memahami fenomena yang terjadi di alam dan fenomena sosial. Diharapkan untuk bisa mengidentifikasi dan menganalisis sebagai fenomena yang bersifat ilmiah.

Berikutnya, literasi parsial, agar kita mampu menentukan konsep risiko dan keputusan yang efektif. Serta literasi digital yang sangat dekat dengan kita. Karena itu sekolah Muhammadiyah harus bisa mengembangkan pendidikannya berbasis digital. Harus mengembangkan sistem manajemen.

“Literasi harus direncanakan dan dikembangkan dengan baik untuk membantu mengembangkan kehidupan masyarakat khususnya dunia Pendidikan. Sementara itu, dari perencanaan pembelajaran yang bagus juga harus dilakukan evaluasi untuk menjadikan sekolah yang berkarakter islami, mandiri,” tandasnya. (*)

https://pwmu.co/171296/12/18/tidak-hanya-jual-gedung-sekolah-harus-buktikan-kinerja/

Penulis Dyah Nanda. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

Asesmen Kompetensi Minimum: Dari A sampai Z

Asesmen Kompetensi Minimum: Dari A sampai Z. Anim Hadi Susanto M Pd dalam Workshop Special Edition ME Award 2020 (Tangkapan layar Ria Rizaniyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dijelaskan tuntas dari A sampai Z oleh Anim Hadi Susanto MPd dalam Workshop Special Edition bertema “Literasi, Numerasi, Survei Karakter, Survei Lingkungan Sekolah dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)” yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Clouds Meeting, Kamis (17/12/20).

Workshop ini diselenggarakan Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur dan Foskam Jatim dalam rangka Muhammadiyah Education Award Special Edition 2020. Acara diikuti kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA Muhammadiyah se-Jawa Timur dan Majelis Dikdasmen PDM dan PCM se-Jawa Timur.

AKM Tak Berbasis Mapel

Fasilitator Direktorat SMA Kemendikbud Anim Hadi Susanto menjelaskan bahwa AKM tidak berbasis mapel (mata pelajaran). “Jadi jangan sampai guru menanyakan kisi-kisi AKM. Jangan ada yang bertanya tentang kisi-kisi Kimia itu seperti apa? Atau kisi-kisi Biologi itu seperti apa?” ujarnya.

Menurutnya seluruh mapel memilki kontribusi yang sama dalam memberikan ilmu dasar kepada anak. Ilmu dasar yang dimaksud adalah literasi membaca dan literasi numerasi.

“Dua hal tersebut bisa disokong oleh berbagai mata pelajaran. Mungkin untuk teks-teks yang sifatnya sastra daya dukungnya ada di Bahasa. Lalu untuk numerasi, konten-konten terkait Aljabar itu didukung oleh Matematika,” tegasnya.

Biasanya, sambung dia, literasi disokong oleh mapel bahasa, numerasi disokong oleh matematika. Tapi dalam AKM semua mapel berkontribusi sama. Kita harus mempersiapkan siswa menghadapi AKM.

Menurutnya, soal dan pembelajaran merupakan dua mata pisau yang saling terkait. Guru tidak akan bisa memberikan soal jenis AKM atau mengembangkan soal yang HOTS jika pembelajarannya juga tidak HOTS.

“Yang perlu kita lakukan bagaimana jika terkait dengan mapel guru menuju pembelajaran yang HOTS agar anak-anak nanti juga bisa mengikuti ketika siswa kita diberikan soal HOTS,” terangnya.

Langkah Penyiapan AKM

Anim Hadi Susanto menjelaskan beberapa langkah untuk persiapan AKM. Yaitu analisis KD (kompetensi dasar), perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.

Pertama, dalam analisis kompetensi dasar (KD), tentukan KD yang mengandung UKRK (urgensi, kontinyu, relevansi, dan keterpakaian). Tentukan KD yang penting (urgen) dan kontinyu di jenjang kelas yang berkelanjutan. KD yang di kelas bawah, menengah, atas, menjadi prioritas utama.

KD juga harus ada relevansi atau keterkaitannya dengan mata pelajaran yang lain. Dan keterpakaian KD yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Jadi pilihlah prioritas KD dan tentukan tema penilaian (frame work)”, katanya.

Menurutnya, ada tiga pilihan dalam analisis KD, yaitu kurikulum nasional, KD yang sudah dipadatkan, atau kurikulum sekolah yang mengacu kurikulum nasional. “Jika KD sudah siap, maka tentukan IPK (indeks pretasi komulatif),” terangnya.

Langkah kedua perencanaan pembelajaran. Meliputi pembuatan silabus dan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran), bahan ajar (cetak/non cetak), dan media pembelajaran. “Ada perubahan RPP yang lebih mudah dibuat. RPP komponen minimalis yang penting memuat tiga aspek, yakni tujuan pembelajaran, langkah kegiatan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran,” jelasnya.

Anim menjelaskan guru harus mempersiapkan penilaian pembelajaran, menentukan indikator soal, menyusun stimulus berdasarkan tema, menyusun soal dan rubrik dalam lima bentuk soal, menelaah soal, dan merakit soal. “Berikan soal cerita agar siswa terbiasa membaca dan memahami soal, yang penting penerapan pola aplikasi penyelesaian masalah,” jelasnya.

Ketiga, tahap pelaksanaan. Saat pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan kolaborasi dari mata pelajaran yang sesuai dengan tema, dan dapat dilaksanakan secara team teaching. “Pembelajaran yang dilaksanakan mengedepankan kemampuan literasi dan numerasi, serta mengedepankan tingkat capaian siswa. Bentuk penilaian yang bisa diambil yaitu UBKD (ujian berbasis komputer daring) dan semi UBKD,” terang dia.

Keempat, melakukan evaluasi. “Lakukan supervisi akademik keterlaksanaan proses pembelajaran kolaborasi. Apakah pembelajaran kita sudah menyokong literasi membaca dan numerasi apa belum? Jadi kita harus membiasakan siswa pada pembelajaran yang mengarah pada AKM. Dengan monitoring keterlaksanaan AKM, survey karakter dan survei lingkungan belajar,” jelasnya.

 

Kelima. tindak lanjut. Setelah melakukan evaluasi harus dilakukan tindak lanjuat beardasarkan rekomendasi peningkatan mutu proses pembelajaran. “Rekomendasi peningkatan mutu profesi pembelajaran dan rekomendasi pelaksanaan pembelajaran (teaching at the right level),” ujarnya.

Manfaat dan Lingkup AKM

Anim menegaskan, Asesmen Nasional dilakukan untuk mengevaluasi kinerja satuan pendidikan dan sekaligus menghasilkan informasi untuk perbaikan kualitas belajar mengajar, yang kemudian diharapkan berdampak pada karakter dan kompetensi siswa. Asesmen untuk meningkatkan mutu pendidikan”, jelasnya.

Menurut dia AKM tidak mengukur nilai secara individu. Tidak ada nilai AKM siswa, yang ada adalah nilai AKM sekolah. Jadi tidak keluar nilai siswa satu per satu karena yang diperbaiki bukan individu tetapi mutu pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Harapannya ada perbaikan di kualitas pembelajaran.

“Kita tidak bisa melihat kekurangan diri kita sendiri. Jadi dari nilai AKM tersebut jika pada posisi cakap diperbaiki menjadi mahir. Dan di tahun 2020 dianggap sebagai titik awal untuk mengetahui kondisi sekolah, karakter dan lingkungan belajar. Jadi kemajuan sekolah bisa dilihat dari nilai AKM di tahun 2021 dan 2022, akan terlihat progres perbaikan sekolah. Jadi perubahan nilai dari 6 menjadi 8 itu lebih baik dari pada nilai 9 menjadi 9,5”, tambahnya.

Dia menjelaskan, Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen. Yaitu pertama, asesmen kompetensi minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan matematika murid. Kedua survei karakter yang mengukur disposisi dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Dan ketiga, survei lingkungan belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar mengajar di kelas maupun di tingkat sekolah.

“Informasi dari survei lingkungan belajar diperlukan untuk merumuskan dan menguji dugaan tentang mengapa murid di sekolah tertentu memiliki hasil belajar yang baik atau buruk,” tambahnya.

Baca Juga:  Raker Virtual, Ini Harapan untuk Foskam Jatim

AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar

Anim menerangkan, literasi membaca meliputi kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

“Yang penting guru bisa memposisikan anak-anak untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksi berbagai teks. Ini yang terpenting, karena tidak semua anak bisa melakukan itu,” tandasnya.

Adapun literasi numerasi meliputi kemampuan berfikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat Matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Survei karakter yang dimaksud adalah yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yang memiliki enam pilar yaitu beriman, bertakwa, berakhlaq mulia, memiliki kemampuan bernalar kritis, mandiri, kreatif, mampu bergotong royong, dan berbhinneka tunggal ika secara global.

“Siswa lulus dari SD, SMP, SMA harus dipastikan memiliki karakter yang baik. Ini semua akan dipotret dari survei karakter,” jelasnya.

Dia melanjutkan, survei lingkungan belajar meliputi iklim belajar dan iklim satuan pendidikan. Iklim kemanan sekolah meliputi perlindungan, rasa aman, konsepsi hukuman fisik dan kebijakan sekolah.

Iklim kebhinekaan sekolah meliputi toleransi, pro kekerasan, komitmen kebangsaan, rasa terancam, pengalaman terdiskriminasi, kebijakan. Dan kualitas pembelajaran meliputi iklim keteraturan kelas, pengajaran yang adaptif, dan umpan balik yang baik.

“Kita harus mendeteksi sekolah bebas dari bullying. Semua akan dipotret dari survei lingkungan belajar,” tandasnya.

Anim mencontohkan salah satu strategi pembelajaran yang efektif seperti dicontohkan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development).

 

Yaitu dengan pelibatan siswa dalam pengajaran membaca. Di antara bentuk pelibatan itu adalah mengajak siswa berpendapat, membuat daftar tokoh, menceritakan kembali isi bacaan, mengaitkan isi bacaan dengan kejadian di sekitar, memberi pertanyaan untuk mendorong semua siswa memahami bacaan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PISA, bagi siswa usia 15 tahun strategi membaca nyaring bukan cara yang efektif, tapi dengan mengajak siswa merangkum sebuah bacaan, maka siswa akan memiliki kemampuan menangkap hal-hal yang penting dan menuliskannya dengan bahasa dan kreativitas mereka sendiri.

“Dan dengan memberikan kesempatan membaca kepada siswa untuk memperkaya bacaannya di waku luang maka skor PISA-nya menjadi lebih tinggi 50 poin,” ujarnya.

Rencana Pembelajaran dan Penilaian Pembelajaran

Anim menjelaskan, guru harus membuat perencanaan dan penilaian pembelajaran. Begitu masuk Kurikulum 13, pembelajaran dan penilaian berbasis KD (Kompetensi Dasar). Jadi dari KD tersebut kita bisa merencanakan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.

“Kalau penilaian tidak dibuat terlebih dulu, maka yang terjadi penilaian berbasis kebutuhan saat mengajar. Saat ini, sebelum masuk semester II kita harus membuat perencanaan pembelajaran dan penilaian selama semester II” jelasnya.

Dia menyampaikan, ada empat macam komponen penilaian kepada siswa yang harus diperhatikan seorang guru. Yaitu stimulus yang berupa topik menarik dan kekinian. Bisa juga berupa beberapa teks yang saling berkaitan seperti teks informasi, sastra, grafik, tabel, gambar infografis.

“Atau bisa berupa pemecahan masalah, transfer konsep di mana di dalam konsep bisa saling insert antara satu konsep dengan konsep yang lain, serta menstimulus siswa untuk mampu berpikir kritis Dan yang terpenting tidak mengandung SARAPPK (suku, agama, ras, antargolongan, pornografi, politik, propaganda, kekerasan),” terangnya.

Sementara untuk proses kognisi meliputi membaca, numerasi, sains, dan finansial. Finansial yang diharapkan di antaranya adalah planning, dan arranging finances.

“Untuk konteks penilaian memiliki unsur personal, sosial budaya, scientific. Dan bentuk soal yang diberikan dalam penilaian bisa berupa pilihan ganda (PG), memberikan pendapat dan berdasarkan fakta, benar atau salah, uraian dengan gabungan pendapat setuju atau tidak setuju,” urainya. (*)

https://pwmu.co/171229/12/17/asesmen-kompetensi-minimum-dari-a-sampai-z/
Kontributor Ria Rizaniyah dan Irma Sonya Suryana. Editor Mohammad Nurfatoni.

Sekolah Muhammadiyah GKB Luncurkan Dua Buku

PWMU.CO – Sekolah Muhammadiyah GKB Luncurkan Dua Buku. Yaitu, pertama, Learning Strategy in Multiple Intelligence karya 22 orang kepala dan wakil kepala (waka) sekolah Muhammadiyah GKB periode 2016-2020.

Kedua, Berilah Aku Nasihat tapi Singkat Saja karya Ketua Mejelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB Nanang Sutedja SE MM.

Peluncuran dua buku yang diterbitan Kanzun Book itu digelar bersamaan dengan pelantikan kepala dan waka empat sekolah di bawah naungan Majelis Dikdasmen PCM GKB periode 2020-2024, Sabtu (5/12/2020).

 

Learning Strategy in Multiple Intelligence (LSIMI)

Menurut Nanang Sutedja, kehadran buku LSIMI ini diharapkan bisa menjadi daya ledak dan pemicu munculnya kreativitas, inovasi, dan gagasan baru bagi pendidik khususnya di sekolah Muhammadiyah dan dunia pendidikan pada umumnya.

“Proses ini menjadi salah satu imun dan energi positif dalam membangun sekolah unggul yang berkemajuan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan peluncuran.

Sementara itu dalam kata pengantarnya pada buku tersebut, Guru Besar Ilmu Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Biyanto MAg mengungkap buku Learning Strategy in Multiple Intelligence ini merupakan bagian dari cerita sukses PTK (penelitian tindakan kelas) sekolah Muhammadiyah GKB untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang unggul.

“Saya ucapkan selamat menikmati buku ini. Semoga buku ini menjadi amal jariah bagi para penulisnya. Semoga cerita sukses dari sekolah Muhammadiyah GKB menginspirasi kemajuan pendidikan di daerah lain. Amin,” harap Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu

Buku LSIMI merupakan gagasan para guru yang bisa dijadikan pedoman dan arah pengembangan sekolah ke depan. Dengan kata lain, buku ini nisa memandu bagaimana menjadi sekolah Muhammadiyah yang selalu bertumbuh dan berkembang yang memiliki daya saing tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat.

 

iTga Ekologi

Buku LSIMI terdari dari empat bagian yang semuanya menggunakan kata ekologi. Pertama, Ekologi Pendidikan yang memuat metode dan strategi pendidikan. Mulai dari learning strategy in multiple intelligence dari pendidikan sistem organik, perubahan arah pendidikan di tengah Covid-19, sampai dengan membangun cakrawala wawasan siswa.

Kedua, Ekologi Manajemen yang berisi bagaimana membangun pondasi manajemen. Di bab ini dijelaskan seputar pengetahuan manajemen, mengelola SDM, dan juga menjaga kepuasaan pelanggan.

Ketiga, Ekologi Kepemimpinan. Dibahas di dalamnya kriteria pemimpin yang ideal, bagaimana rahasia orang sukses, dan juga model pemimpin transglobal.

 

Berilah Aku Nasihat tapi Singkat Saja

Sementara itu di tengah kesibukannya, Nanang Sutedja masih sempat menulis buku. Berilah Aku Nasihat tapi Singkat Saja adalah buku motivasi yang kesekian kalinya. Sebelumnya dia juga menulis buku Satu Titik Tiga Getaran Jiwa. Keduanya diterbitkan Kanzun Book.

Di samping menjabat Kepala Divisi Akuntansi dan Keuangan PT Swadaya Graha Nanag adalah dosen luar biasa di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik.

Ia juga dikenal sangat peduli pada dunia pendidikan yang dibuktikan dengan kesungguhannya mengembangkan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang menjadi amanahnya sebagai Ketua Majelis Dikdasmen GKB Gresik.

Hal itulah yang membuat Wakil Ketua PWM Jarim Nadjib Hamid MSi iri ketka menulis prolog di buku ini. “Di tengah kesibukan hariannya yang luar biasa, tapi masih menyempatkan menulis buku adalah contoh kinerja pribadi yang langka. Patut menjadi qudwah hasanah bagi para guru dan kita semua,” ungkapnya.

Menurut Nadjib, buku ini adalah simbol spirit penulisnya dalam ikut memajukan lembaga pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. “Bagaimana merencanakan, mengatur, dan mengalirkan energi positif baik untuk diri sendiri maupun lingkungannya, yang didasari nilai-nilai spiritual agama, untuk diimplementasikan secara sinergis oleh tim manajemen sekolah,” tulisnya.

 

Kata Pengantar Haedar Nashir

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi mengatakan pesan-pesan yang disampaikan Nanang menarik.

“Misalnya, ketika memberi tips bagaimana memecahkan masalah. Nanang menasihati, dekatilah Allah, mintalah nasihat kepada-Nya saat sedang berada di masa-masa sulit. Karena Allah adalah satu-satunya penolong. Tentu kita pernah merasa bahwa kita sudah melakukan banyak hal, mengerahkan pikiran dan tenaga, tapi belum juga berhasil. Hanya satu nasihat yang terbaik, yaitu sabar,” tulis Haedar Nashir dalam kata pengantar buku ini.

Nanang Sutedja mengatakan buku ini bisa menjadi tempat berhenti sejenak mencari solusi dari berbagai masalah hidup.

“Ada kalanya kita memang ditempatkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk sabar. Sebenarnya, orang yang mengalami stress bukan disebabkan oleh beratnya masalah yang dihadapi melainkan karena lamanya masalah tersebut yang tak kunjung mendapatkan solusi terbaik,” ungkapnya.

Menurutnya, semakin bergulat dengan masalah tersebut, bukannya menemukan solusi tapi justru akan menimbulkan permasalahan baru. “Maka menepilah sejenak dari masalah itu, lalu kembalilah dengan membawa solusi. Kuncinya hanya satu, yaitu sabar,” tuturnya. (*)

Kontributor Novania Wulandari. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/170240/12/05/sekolah-muhammadiyah-gkb-luncurkan-dua-buku/

Saad Ibrahim Lantik Kepala dan Waka Sekolah Muhammadiyah GKB

Saad Ibrahim Lantik Kepala dan Waka Sekolah Muhammadiyah GKB. Yaitu SDM 1 GKB, SDM 2 GKB, SMPM 12 GKB, dan SMAM 10 GKB.

 

 

PWMU.CO – Pelantikan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Muhammadiyah GKB (Mugeb Schools) berlangsung secara virtual, Sabtu (5/12/2020).

Acara yang digelar melalui Zoom ini Diikuti oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, seluruh guru dan karyawan Muhammadiyah GKB Gresik, dan sekolah mitra GKB Gresik.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Nanang Sutedja SE MM dalam sambutannya mengatakan, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang terpilih diyakini mampu membawa Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Schools) ke arah yang lebih baik.

”Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang akan dilantik insyaallah mampu menjalankan visi dan misi dari masing-masing sekolah, serta membawa kemajuan bagi persyarikatan Muhammadiyah,” tambahnya.

Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Terpilih

Pembacaan SK Kepala sekolah terpilih periode 2020-2024 dibacakan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik Ir Dodik Priyambada SAk sebagai berikut:

  1. Kepala SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik M. Nor Qomari SSi.
  2. Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Fauzuddin Ahmad SPd.
  3. Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Foni Libriastuti MPd
  4. Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Hari Widianto MPd.
  5. Acara dilanjutkan dengan pembacaan SK wakil kepala (waka) sekolah periode 2020-2024 oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Gresik Fadloli Azis SSi MPd, sebagai berikut:
    1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Erna Ahmad MPd.
    2. Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan pendidikan SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Khoirun Numsiyah SPd.
    3. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Agus Suprayitno SPd.
    4. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, Pembiasaan, dan Pembinaan karakter SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Aditama SPdI
    5. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Nur Hamidah SP.
    6. Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan pendidikan SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Farikha SPd.
    7. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Idayanti SPd.
    8. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, Pembiasaan, dan Pembinaan Karakter SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Moh Taufiq MPdI.
    9. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Wirda Uliyana SPd.
    10. Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Jamilah SSi.
    11. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Yugo Triawanto MSi.
    12. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, Pembiasaan, dan Pembinaan Karakter SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Rohmawati MPd.
    13. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Fitri Andriani MPd.
    14. Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah SPd.
    15. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Siswanto SPdI.
    16. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, Pembiasaan, dan Pembinaan Karakter SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Sa’roni MPd.

Pesan Ketua PWM Jatim

Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekokah terpilih selanjutnya dilantik secara virtual oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr HM Saad Ibrahim MA.

Dalam sambutannya Saad Ibrahim MA menyampaikan pesan pada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah terpilih agar mampu menghadirkan lembaga pendidikan yang unggul dan berkemajuan.

“Dalam mengemban tugasnya, pimpinan sekolah harus menjadi pelopor lembaga Muhammadiyah yang unggul dalam persaingan dan membawa sekolah yang dipimpinnya ke arah yang lebih maju,” tegasnya.

Saad Ibrahim juga menambahkan acara pelantikan kepala dan wakil kepala sekolah kali ini terbilang acara yang berkelas.

“Apresiasi layak diberikan pada penyelenggara acara, acara ini bisa dibilang acara pelantikan yang berkelas karena bisa menjangkau pimpinan pusat,” tambahnya.

Acara pelantikan ini juga tidak luput dari ucapan selamat dari berbagai tokoh penting dan mitra Muhammadiyah GKB Gresik. (*)

Kontributor Ririn Masfaridah. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/170211/12/05/saad-ibrahim-lantik-kepala-dan-waka-sekolah-muhammadiyah-gkb/