Category Archives: Sharing Session

Membangun Kemandirian Sekolah Bersama UNESA dan UMSIDA

Setelah Sukses menjalin kerjasama dalam bentuk MoU dengan berbagai berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia,  

diantaranya yaIMG-20170505-WA0047kni Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, UISI (Universitas Internasional Semen Indonesia), dan AKSI (Akademi Komunitas Semen Indonesia), kini SMA Muhammadiyah 10 GKB juga melakukan penandatanganan kerjasama dalam bentuk MoU dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Kegiatan sharing session sekaligus penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan pada hari Jum’at 5 Mei tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Warsono, M.S. dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr. Hidayatullah, M.Si.

“Tidak ada ilmu yang tidak berguna. Ilmu milik siapa saja yang mau mencarinya,” demikian tutur Prof Dr. Warsono, M.S. ketika memulai kegiatan sharing session yang bertema ” Membangun Kemandirian Sekolah” pada pagi hari itu. Beliau mengisahkan riwayat pendidikannya yang semasa kecil ingin menjadi seorang dokter. Beliau sudah mencoba tiga kali mendaftar difakultas kedokteran namun selalu gagal. Pada tahun 1979 beliau berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada melalui jalur undangan dijurusan filsafat, bukan dijurusan kedokteran seperti yang beliau cita-citakan. Meskipun begitu, rektor kelahiran Boyolali, 19 Mei 1960 itu tetap semangat dalam menempuh studinya. Kemudian pada tahun 1989 beliau melanjutkan studi S2 tentang ilmu lingkungan di Universitas Indonesia, serta studi S3 di Universitas Airlangga dengan bidang ilmu sosial pada tahun 1996.

“Saya berprinsip bahwa ilmu

itu harus diamalkan, sehingga saya pun kemudian menjadi dosen di IKIP Negeri Surabaya, yang sekarang lebih dikenal dengan UNESA,” Ujar Prof. Dr. Warsono, M.S. Menurutnya, ilmu pada dasarnya mengajak orang untuk berfikir, kemudian membuat orang untuk bertanya, sehingga lahirlah sikap kritis, kreatif, dan inovatif. “Malu atau tidak bertanya, sama dengan memelihara kebodohan,” tegasnya. Jika Manusia terus bertanya, maka dia akan terus belajar dan perkembangan intelektualnya pun semakin baik. Beliau juga menambahkan bahwa akal harus dimanfaatkan dan dioptimalkan semaksimal mungkin untuk berfikir, sebab akal merupakan keunggulan manusia dari Allah dibandingkan dengan makhluk yang lain. Manusia seharusnya mengembangkan potensi luar biasa pada dirinya dengan sikap penuh optimisme. ” Sekolah mandiri adalah sekolah yang mampu membiayai dirinya sendiri. Harus ada jaminan kepada orangtua bahwa kelak anaknya akan menjadi orang yang sukses dan bermanfaat serta berperan dalam masyarakat. Sekolah yang mandiri, juga harus didukung dengan siswa yang mandiri pula,

misalnya dengan menerapkan program entrepeneur,” ujar rektor kelahiran Boyolali ini.

Kegiatan sharing session dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yakni Dr. Hidayatullah, M.Si. Sesuai latar belakang beliau yang merupakan aktivitas dalam dunia pendidikan Muhammadiyah, maka materi yang beliau sampaikan pun tentang membangun kemandirian sekolah Muhammadiyah. Gerakan Sekolah yang mandiri harus ada proses pemberdayaan dan senantiasa memberikan pelayanan yang bermutu. Sebuah sekolah Muhammadiyah harus menunjukkan komitmen dan loyalitas terhadap persyarikatan Muhammadiyah, serta terus mengembangkan kurikulum dari pemerintah. Selain itu, harus inovatif dan responsif terhadap perubahan dan meberikan sistem yang cepat dan akurat dengan sistem informasi,” jelas Dr. Hidayatullah, M.Si.

Rektor yang memiliki pengalaman organisasi dalam majelis dikdasmen PWM Jawa Timur tersebut, juga menambahkan bahwa jika sebuah sekolah ingin memiliki keuangan sekolah yang besar dan terus meningkat, maka harus mengelola keuangan secara sehat. Sekolah mandiri tidak akan mandiri jika tidak ada usaha untuk mandiri. Potensi manusia ada tiga, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap namun sikap adalah pondasi yang luar biasa. “Metode jauh lebih pentin g daripada materi, guru lebih penting dari pada metode, namun ada yang lebih penting lagi yaitu jiwa seorang pendidik,’ tegas Dr. Hidayatullah, M.Si. Dengan berakhirnya materi yang disampaikan oleh kedua rektor tersebut, maka kegiatan sharing session pun berakhir. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan piagam kerjasama oleh SMAMIO dengan Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. (SS)

MELESAT LEBIH CEPAT SMA MUHAMMADIYAH 10 GANDENG ITS SURABAYA

WhatsApp Image 2017-02-10 at 06.02.13Guna meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia (SDM),kemandirian dan kompetensi siswa serta guru dan guna meningkatkan daya saing, SMA 10 Muhamadiyah Gresik langsung tancap gas  menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan Pembinaan pada siswanya.

Tak tanggung-tanggung SMA yang masih berjalan 6 bulan ini melaksanakan memorandum of understanding (MoU) dengan  Institut Teknologi Surabaya (ITS), sebagai bukti untuk mencetak siswa berkualitas, Rabu (1/2/2017).

“Ada 4 kesepakatan dari MoU, pertama pengembangan SDM, Penelitian Laboratorium, Ekspolrasi, dan Tridharma Perguruan Tinggi”, Ujar Isa Iskandar, S.Si, M.Pd, kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 10 Gresik.

Ditambahkan Isa, setelah MoU, pihak sekolah akan menindak lanjuti melalui memorandum of actifty (MOA), disitu nantinya akan dilakukan upaya lebih intensif lagi, diantaranya dilakukan kunjungan ke kampus tersebut dan pelatihan untuk guru dan siswa.