Kamis, 17 November 2016, acara rutin berjudul motivation day siap digelar. Lorong depan ruang guru menjadi tempat pilihan untuk pelaksanaan kali ini. Berdekatan dengan hari pahlawan, maka tema yang diangkat masih senada, tentang pahlawan. Menjadi pahlawan untuk diri sendiri menjadi topik yang akan disampaikan oleh motivator Adri Suyatno, S.H. Siapakah beliau?
Adri Suyatno, S.H adalah motivator dan trainer nasional. Merupakan lulusan sarjana hukum dari Universitas Airlangga. Meskipun seorang sarjana hukum (SH), tetapi beliau lebih suka disebut sebagai Stand Up Comedian, oleh sebab itu gelar SH yang disandang, sering beliau plesetkan menjadi SH (Sarjana Humor). Dalam acara motivation day ini, beliau membicarakan tentang “Being Own Hero”. Menjadi trainer sudah beliau jalani selama 5 tahun ini, sehingga sepak terjang beliau dirasa sangat cukup untuk dibagikan kepada siswa-siswa SMA Muh 10 GKB guna membekali mereka untuk mewujudkan sifat-sifat ke-heroe-annya.
Menurut Pak Adri –sapaan Adri Suyatno–, seorang pebelajar memiliki cara sederhana untuk belajar. Cara belajar sederhana itulah yang akan mendongkrak kesuksesan puncak belajar. Seorang siswa, tentu memiliki sikap belajar yang berbeda. Ada yang pintar dan ada yang “liar”. Kata “liar” dalam hal ini dianggap sebagai perusak sikap belajar siswa lain sehingga perlu dijinakkan. Lalu bagaimana caranya? Segala masalah bersumber dari pikiran. Oleh sebab itu, pikiran menjadi satu titik vital yang perlu diperbaiki. Empat N (4N) merupakan satu dari beberapa solusi yang bias diterapkan. Niteni, Niroake, Nambahi, Nemoake.
Niteni. Niteni menjadi cara belajar yang paling mudah, karena niteni diawali dengan mengingat. Niteni, dalam Bahasa Indonesia berarti menandai. Apa yang dilihat dan didengar oleh siswa harus ditandai untuk menghindari lupa. Kedua, Niroake. Niroake artinya meniru. Ketika yang dilihat dan didengar oleh siswa sudah dititeni/ditandai, maka langkah selanjutnya adalah niroake atau menirukan. Aktivitas menirukan membuat siswa ingat terhadap sesuatu yang dilihat dan didengar, sebab siwa sedang terlibat dalam hal yang dipelajari. Ketiga, Nambahi. Nambahi artinya menambahi. Setelah menandai, menirukan, maka selanjutnya adalah menambahi. Apa yang dilihat dan didengar, boleh ditiru, asalkan ditambahi/dimodifikasi. Sehingga siswa akan memiliki suatu kekhasan yang membedakan dengan orang lain. Terakhir adalah Nemoake. Jadi, karena aktivitas menandai, meniru, dan menambahi siswa lakukan setiap siswa belajar (berkali-kali), maka lama-kelamaan siswa akan nemoake (menemukan) gaya diri mereka sendiri yang tidak akan sama dengan gaya orang lain.
Oleh sebab itu, persepsi bahwa “sepertinya aku tidak bisa apa-apa” perlu dibabat habis. 4N bisa menjadi solusi untuk melenyapkan persepsi-persepsi negatif yang dapat mengganggu siswa tumbuh. Perlu disadari, bahwa setiap manusia diciptakan Tuhan secara istimewa, terbatas, dan super mahal. Maka, belajar dan beraktivitas dengan baik merupakan wujud syukur kepada Tuhan. (df&piy)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

September 2022
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Hubungi Kami:
Alamat:
SMA Muhammadiyah 10 GKB
Jl. Raya Mutiara No 95 PPS

Telp./Fax: 031-99006210
Email : smamiogkb@gmail.com
  • 62
  • 103
  • 2,954
  • 9,546
  • 9,546
  • 2,190
Link Terkait





ARCHIVES
Calender
September 2022
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Video Profil
WISUDA 1 SMAMIO

IPM SMAMIO
Peta