Category Archives: Uncategorized

Blended Learning Smamio, Begini Penerapannya

 

 

PWMU.CO – Blended Learning Smamio, Begini Penerapannya. Seperti disampaikan Wakil Kepala (Waka) Bidang Pengembangan Pendidikan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) Ulyatun Nikmah SPd, Sabtu (18/9/2021).

Dia menjelaskan metode blended learning ini merupakan penggabungan antara kegiatan pembelajaran tatap muka (face to face classroom method) dengan pembelajaran berbasis online

“Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar di tengah pandemi, untuk memfasilitasi siswa memperoleh materi sekolah tatap muka dan daring secara bersamaan,” ujarnya.

Metode ini dia harapkan meminimalisasi dampak psikososial siswa yang terlalu lama menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Dalam blended learning ini para guru mengajar siswa secara daring dan tatap muka secara bersamaan dengan menggunakan beberapa piranti teknologi informasi yang tersedia di kelas,” jelasnya. 

Misalnya, di setiap kelas sudah terpasang kamera dan LCD proyektor. Guru yang mengajar di kelas bisa menggunakan aplikasi Zoom Clouds Meeting agar tetap terhubung dengan siswa yang berada di rumah dalam waktu bersamaan.

Penerapan Metode Blended Learning

Ulyatun Nikmah menerangkan, blended learning di Smamio diimplementasikan dalam berbagai skenario pembelajaran. Tidak hanya di bidang akademik, namun juga di bidang bakat minat dan keislaman.

“Skenario ini disusun secara fleksibel dan adaptif dengan kombinasi bidang akademik, kesiswaan, dan pembinaan karakter agar memperoleh porsi layanan untuk siswa secara seimbang,” jelas Ulya, sapaan akrabnya.

Dia melanjutkan, skenario itu disusun mulai dari jam mengajar, pembagian siswa dengan sistem shift, dan durasi belajar. Juga pembagian jumlah guru yang mengajar, guru yang bertugas sebagai petugas gugus Covid-19. “Dan yang tak kalah penting adalah kesiapan fasilitas dan sarana sekolah serta jaringan internet yang mendukung,” ujarnya.

“Fasilitas dan sarana seperti jaringan internet yang dimiliki Smamio ini merupakan hal penting untuk penerapan LMS (learning management system) di Smamio,” imbuh Ulya.

Dia menjelaskan, LMS yang memakai aplikasi Moodle ini bisa diakses siswa baik di dalam maupun di luar sekolah, sehingga siswa dapat belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Begitu pula dengan akses perpustakaan online (elibrary). 

“Di dalam Moodle tersebut terdapat modul pembelajaran, video materi, latihan soal, kuis maupun ulangan harian yang mudah diakses siswa dan tetap memperoleh monitoring dan pendampingan dari guru,” tambah Ulya.

Insipation Class Robotik

Selain di bidang akademik, bidang bakat minat pun menerapkan metode campuran ini. Salah satunya, kegiatan Inspiration Class (IC) Robotik, yang diikuti beberapa siswa secara daring dan tatap muka.

Guru pengampu IC Robotik Santi Puspitasari SSi mengungkapkan, penerapan blended learning di sini untuk merakit robot line tracer yang dibuat bersama siswanya. 

“Awalnya kami menjelaskan teori ataupun materi dan fungsi dari komponen secara online. Setelah itu kami berproses untuk merakit robotnya saat tatap muka. Ada yang bergabung di sekolah dan ada yang dari rumah sehingga kami masih menggunakan aplikasi Zoom,” terang dia.

Blended Leraning Keislaman

Sementara itu, kegiatan di bidang keislaman seperti tahfidh atau pembiasaan dan pembinaan karakter juga dilakukan secara blended learning

“Untuk siswa yang sudah mengikuti PTM bisa menyetorkan hafalannya secara langsung ke guru pengampu tahfidh. Namun bagi yang belum bisa mengikuti PTM, mereka menyetorkan hafalannya ke guru pengampu tahfidh lewat WhatsApp Voice Note, Whatsapp Video dan Audio Call atau Zoom Meetings sehingga tetap terpantau meskipun mereka belajar di rumah,” ujar Koordinator Tahfidz Smamio, Hudzaifaturrahman SThI. 

Kesiapan Civitas Smamio

Kepala Smamio Hari Widianto MPd menyatakan kesiapannya  dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan mengutamakan keselamatan warga sekolah dari penularan virus penyebab Covid-19.

“Vaksinasi untuk seluruh guru dan karyawan serta siswa untuk menjaga kesehatan bersama juga sudah dilakukan sebagai upaya smamio dalam mensukseskan PTM ini,” ujarnya.

Mantan Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) itu menjelaskan, sebagai dukungan untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Smamio di masa pandemi hingga saat ini adalah tetap menjalin komunikasi dengan pihak terkait.

“Komunikasi bersama terus dilakukan dengan Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, Majelis Dikdasmen PDM Gresik, MCCC Kabupaten Gresik, komite sekolah, wali siswa, tokoh masyarakat, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan demi kelancaran dan keamanan bersama,” ungkapnya. (*)

Penulis Novania Wulandari Editor Mohammad Nurfatoni

https://pwmu.co/209763/09/19/blended-learning-smamio-begini-penerapannya/

PTM Terbatas Smamio Dimonitor Majelis Dikdasmen-MCCC Gresik

PTM Terbatas Smamio Dimonitor Majelis Dikdasmen-MCCC Gresik. Hal itu bagian dari program visitasi dan monitoring atas dimulainya PTM terbatas di Gresik.

PWMU.CO – Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Gresik mengunjungi SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio), Kamis (16/9/2021).

Tim yang terdiri dari tiga orang itu bermaksudk memonitor pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Mereka terdiri dari Nurul Wafiyah MPd dan Drs Mohammad Nurfatoni (Majelis Dikdasmen), dan Muhammad Harun SE MPd (MCCC).

Mereka disambut oleh Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM yang didampingi Akhsin SPd. Sedangkan dari pihak sekolah ada Kepala Smamio Hari Widianto MPd dan para wakil kepala sekolah.

Yaitu Wakil Kepala (Waka) Bidang Pengembangan Pendidikan Ulyatun Nikmah SPd, Waka Bidang Kesiswaan Fitri Andriyani MPd, Waka Bidang Pembiasaan Pembinaan Karakter Sa’ron MPd, Waka Bidang Umum Siswanto SPdI, dan Waka Bidang Marketing Rusdiyah Arifaini SPd.

Datang di Smamio pukul jam 07.15, tim melakukan pengecekan administrasi, ketersediaan fasilitas terkait prokes kesehatan, dan dilanjutkan dengan survei langsung ke ruang kelas. Setelah itu mereka membeberkan hasil pantauan dan sekaligus memberikan rekomendasi tentang pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 sesuai regulasi pemerintah dan MCCC.

Pantauan Kelas

Saat mengunjungi ruang kelas, Nurul Wafiyah menyampaikan tujuan dari visitasi ini adalah untuk memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas khususnya kesiapan Smamio dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Di dalam ruang kelas XII MIA 1, dia melontarkan pertanyaan kepada siswa tentang apa itu 5M. “Protokol kesehatan 5M adalah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tambahnya.

Sedang Muhammad Harun menyampaikan pesan agar siswa di kelas tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semua siswa terhindar dari bahaya Covid-19 ini. “Ingat ya, tidak boleh memainkan masker apalagi membukanya ataupun berbagi makanan dan minuman,” pesannya.

Sambutan Kepala Smamio

Saat membuka pertemuan, Kepala Smamio Hari Widianto menyampaikan Smamio siap melaksanakan PTM terbatas. Dia juga merinci ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang prokes PTM terbatas. 

Seperti peraangkat IT (information technology) dia setiap kelas, penyediaan prokes seperti alat pengecek suhu dan tempat cuci tangan. Juga imbauan menjaga prokes baik secara langsung maupun melalui pamflet dan poster. 

Selain itu dia ungkapkan pula adanya kerja sama dengan fasilitas kesehatan seperti Klinik Aisyiyah GKB. “Dan adanya petugas gugus Covid-19 sekolah serta guru dan karyawan yang telah mengikuti vaksin merupakan upaya Smamio dalam mensukseskan PTM terbatas ini,” ternag Hari Widianto

Ia bertekad bahwa guru dan karyawan Smamio bisa memberikan layanan pendidikan yang aman dan mengutamakan keselamatan warga sekolah dari penularan virus Covid-19 dan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.


Muhammad Harun di Kelas XII MIA 3. PTM Terbatas Smamio Dimonitor Majelis Dikdasmen-MCCC Gresik (Mohammad Nurfatoni/PWMU.CO)

Hybrid Learning Smamio

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan  Pendidikan Smamio Ulyatun Nikmah SPd menyampaikan, pelaksanaan PTM terbatas dilakukan dengan menyiapkan skenario pembelajaran yang adaptif terhadap lingkungan. Jadi jadwal pembelajaran bisa jadi berubah setiap pekannya. 

“Sekolah memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Penerapan PTM terbatas juga dilakukan dengan pembagian jam masuk dengan sistem shift yang bergantian di tiap level kelas,” terangnya.

Ulya—sapaan akrabnya—menjelaskan siswa Smamio yang belum bisa mengikuti PTM terbatas pun diberikan fasilitas untuk bisa mendapatkan pembelajaran yang sama dengan siswa yang mengikuti PTM.

“Layanan pendidikan di Smamio meliputi akademik, bakat minat, dan pembiasaan al-Islam. Kombinasi tiga hal tersebut dikemas dalam bentuk PTM dan PJJ (pembelajaran jarak jauh) melalui video conference (vicon),” ungkapnya. 

Dia menerangkan, siswa yang belum bisa mengikuti kegiatan tatap muka, bisa memperoleh materi melalui vicon secara langsung bersama guru dan teman kelasnya lewat live Zoom, baik itu saat kegiatan pembelajaran di kelas, ekstrakurikuler dan inspiration class, maupun pembiasaan al-Islam.

Selain itu, Ulya menjelaskan penerapan LMS (learning management system) di Smamio dengan aplikasi Moodle bisa diakses siswa baik di dalam maupun di luar sekolah, sehingga siswa dapat belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. “Begitu pula dengan akses perpustakaan online (e-Library),” ujarnya.

Menurut Ulya, hybrid learning di Smamio ini akan membantu untuk memaksimalkan pembelajaran di kelas sehingga dapat dilakukan secara maksimal dan tidak melanggar protokol kesehatan untuk mengurangi cluster baru Covid-19.

Rekomendasi

Di akhir kegiatan, tim visitasi menyampaikan beberapa rekomengasi. Menurut Harun, Smamio telah menyiapkan PTM dengan baik. Namun, Smamio diharapkan bisa melakukan pengarsipan dokumen yang terstruktur sebagai persiapan visitasi selanjutnya dari dinas yang lain.  

Harun juga meminta jumlah siswa yang hadir di kelas dikurangi agar didapatkan jarak antas siswa yang ideal. “Kewaspadaan dan penanganan terhadap Covid-19 terus ditingkatkan, karena sekarang kita harus hidup berdamai dengan Covid-19,” ujar Sekretaris MCCC Gresik.

Nanang Sutedja menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada tim visitasi. “Terima kasih atas segala saran dan evaluasi yang disampaikan tentunya untuk mendukung perbaikan bersama. Sekolah-sekolah di lingkungan Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik terus berupaya untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya. (*)

Penulis Noviani Wulandari Editor Mohammad Nurfatoni

https://pwmu.co/209436/09/17/ptm-terbatas-smamio-dimonitor-majelis-dikdasmen-mccc-gresik/

 

Siswa Smamio Juara I Lomba Adzan

Siswa Smamio meraih juara I lomba Adzan tingkat SMA se-Kabupaten Gresik yang diselenggarakan Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Ahad (12/9/21).
PWMU. CO – Siswa Smamio juara I lomba adzan tingkat SMA se-Kabupaten Gresik yang diselenggarakan Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Ahad (12/9/21).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) Sa’roni MPd mengatakan selain menyabet juara I, dua siswa lainnya juga meraih juara III dan IV.

“Ketiga siswa tersebut lolos memasuki babak final. Mereka telah melakukan yang terbaik dan semoga selalu termotivasi untuk mengikuti lomba di lain kesempatan,” ujarnya.

Sa’roni memaparkan ketiga siswa tersebut adalah Ardinata Ferdyan Muhammad yang meraih juara I, Muhammad Eka Winsyahputra juara II, dan Muhammad Hilmy Al Hakim peringkat IV.  

Mengirim Video

Ardinata Ferdyan Muhammad menjelaskan dalam proses keikutsertaan lomba harus melewati dua tahapan. Pertama mengirimkan video adzan dan melakukan adzan secara langsung di depan juri.

“Sebelum mengirimkan video, ada beberapa kali latihan yang dikoreksi rutin oleh guru pembina lomba. Setelah dirasa sudah maksimal barulah rekaman video dengan dibantu pihak sekolah,” katanya.

Pada saat final, sambungnya, cowok yang akrab disapa Ardinata tidak berharap banyak untuk membawa juara pertama karena baru pertama ikut lomba adzan.

“Alhamdulillah, selama final perasaan tidak ada perasaan gugup sehingga tenang dan bisa melakukan secara maksimal,” katanya.

Gugup di Grand Final

Berbeda dengan Ardinata, Muhammad Eka Winsyahputra justru merasakan gugup saat grand final berlangsung.

“Baru pertama kali mengikuti lomba adzan, terasa gugup sekali. Biasanya kalau lomba musik selalu beregu, tapi kali ini sendirian jadi rasanya berbeda,” ujarnya.

Kalimat motivasi pun terus didengungkan Muhammad Hilmy Al Hakim. Meskipun capaian prestasinya hanya peringkat IV, dia mengaku tidak patah semangat dengan tetap belajar untuk persiapan mengikuti lomba Islami lainnya.

“Perlombaan bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang mau berjuang. Pejuang akan selalu berjuang meski kalah dalam sebuah perlombaan,” ucapnya.

Gali Potensi Siswa

Guru pembina Hudzaifaturrahman SThI mengharapkan ketiga siswanya yang telah mengikuti lomba adzan ini senantiasa termotivasi untuk mengikuti lomba-lomba berikutnya.

“Mereka kita ikutkan lomba adzan ini untuk menggali potensi dalam bidang tahsin. Sebelum lomba kita rutin lakukan pembinaan untuk melihat kemampuan setiap siswa.

Dengan hasil yang telah diraih, sambungnya, tentu menjadi motivasi kita dan siswa untuk terus meningkatkan kemampuan diri, salah satunyanya bidang adzan ini. (*)

Penulis Ririn Masfaridah. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/209324/09/16/siswa-smamio-juara-i-lomba-adzan/

Smamio Gelar Vaksinasi 5.000 Dosis


Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB Nanang Sutedja (kiri) saat mendampingi Sarmuji. Smamio Gelar Vaksinasi 5.000 Dosis (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Smamio Gelar Vaksinasi 5.000 Dosis. SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menggelar vaksinasi massal untuk siswa dan masyarakat Gresik, Ahad (12/9/2021).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Smamio dengan Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Sebanyak 5.000 dosis pertama vaksin Covid-19 disuntikkan dalam sehari itu. Rencananya 5.000 dosis kedua akan disuntikkan pada tanggal 10 Oktober 2021.

“Vaksinasi ini diperuntukkan untuk siswa, guru, karyawan, dan masyarakat umum di Kabupaten Gresik,” ujar Sarmuji, Ketua Umum Kauje.

Menurut Sarmuji yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim ini, vaksinasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Kegiatan vaksin ini sebagai salah satu upaya untuk mengejar herd immunity dan persiapan pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini merupakan yang terbesar di Kabupaten Gresik,” kata Sarmuji pada acara pembukaan.

Dia bersyukur, karena kegiatan vaksin berjalan lancar dan tidak menimbulkan kerumunan. “Meski peserta cukup banyak, tetapi vaksin tetap dapat berjalan dengan tertib dan selalu menjaga prokes,” ujarnya.

Persiapan Matang

Rusdiah Arifaini SPd—Ketua Pelaksana 5.000 Vaksinasi Covid-19 di Smamio—menjelaskan kesiapan panitia. Selain berada di tempat yang lapang, peserta telah dijadwal secara bergantian sehingga tidak terlalu menimbulkan antrean.

“Kami dari panitia telah mempersiapkan kegiatan vaksin dengan matang. Sudah membagi menjadi beberapa gelombang untuk mengurangi kerumunan. Dan alhamdulillah saat pelaksanaan sesuai dengan harapan. Masyarakat puas dengan pelayanan kegiatan vaksin di Smamio,” terangnya.

Beberapa peserta vaksinasi merasa kenyamanan saat mengikuti kegiatan ini. “Terima kasih Smamio, sudah menyelenggarakan kegiatan vaksin massal. Alhamdulillah saya merasakan langsung nyamannya vaksin di sini. Panitia luar biasa bisa mengatur ribuan orang yang vaksin,” kata Yanita Intan salah satu peserta vaksin di Smamio.

Selain itu, beberapa pengguna media sosial Instagram juga membagikan pengalamannya setelah mengikuti vaksin di postingan Instagram @smamiogkbgresik.

Seperti yang dilakukan oleh akun @marianaevii yang memberikan apresiasi terhadap pelayanan vaksinasi massal di Smamio.

“Apresiasi banget untuk pelayanannya dalam penyelenggaraan vaksinasi masal ini, terstruktur, rapi, dan banyak panitia yang membantu. Tempat juga nyaman. Nyaman untuk lansia, untuk ibu yang membawa balita juga, parkir luas, so proud and many thanks. Semoga kebaikan Allah yang membalas amin ya rabbal’alamin,” komentar @marianaevii, Selasa (12/9/21).

Di samping itu, akun @fortunaevi_ juga membagikan pengalaman yang serupa bahwasannya vaksin di Smamio berjalan tertib, lancar, dan selalu menjaga prokes.

“Masyaallah vaksin untuk masyarakat umum tapi tertata rapi banget, gak antre. Gak ada berkerumun. Panitianya juga keren pol. Terima kasih @smamiogkbgresik vaksin dosis 1nya,” komentarnya. (*)

Penulis Dyah Nanda Editor Mohammad Nurfatoni

https://pwmu.co/209083/09/14/smamio-gelar-vaksinasi-5-000-dosis/

Midnight Motivation agar Siswa Smamio Cinta Al-Quran

PWMU.CO – Midnight Motivation agar Siswa Smamio Cinta Al-Quran. SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik menyelenggarakan Midnight Motivation secara virtual untuk siswa kelas XII, Jumat-Sabtu (10-11/9/ 2021).

Mengusung tema “Generasi Milenial yang Berakhlak Qurani” acara tersebut menghadirkan dua guru Smamio: Fitri Andriyani MPd sebagai host dan Siswanto SPdI sebagai pamateri.

“Silahkan memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Kalian bisa mengajukan pertanyaan terkait materi Ustadz Siswanto, bagaimana mengembangkan diri Kalian untuk mencapai cita-cita,” kata Fitri Andriyani.

Menurutnya, mengangkat tema akhlakul karimah ini sangat penting untuk mencetak generasi intelektual Muslim. “Pengalaman saya, dengan beakhlakul karimah itu akan membawa kita pada capaian, harapan, dan cita-cita yang kita inginkan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan Midnight Motivation kali ini berisi motivasi al-Islam. Untuk ke depan, akan diisi materi tentang kiat sukses ataupun hal-hal lain dari bidang kesiswaan dan pengembangan pendidikan. 

Cinta Al-Quran

Siswanto merinci ciri generasi milenial sebagai generasi qurani. “Jika melihat al-Quran itu senang, telinganya juga senang mendengarnya. Seluruh pancainderanya senang dengan al-Quran, sehingga hati terikat dan terpaut dengan al-Quran,”  terangnya.

Dengan gaya retoris Siswanto: “Mengapa kita harus cinta al-Quran? Karena al-Quran memberikan syafaat, cahaya, dan rahmat seperti doa yang biasa kita baca setelah membaca al-Quran.” 

Cinta al-Quran itu, menurut Siswanto, untuk membentengi diri dari penyakit-penyakit hati yang membahayakan. Misalnya iri, dengki, jengkel, dan malas. “Seperti jengkel saat diingatkan guru atau langsung hilang mood saat diajak ngaji,” ujarnya.
 

Oleh karena itu, sambung dia, agar bisa menjadi generasi qurani, tentunya, kita harus bisa mencintai al-Quran. 

Tanda-Tanda Cinta Al-Quran


Siswantio kemudian membeberkan tanda-tanda orang yang cinta al-Quran. Pertama senang sekali bertemu al-Quran.

“Jangan sampai sebaliknya, ketika berjumpa dengan al-Quran malah merasa panas,” sindirnya. 

Kedua, tidak merasa jenuh dan bosan. “Saat shalat Subuh kita sering mengikuti jamaah dengan imam yang membaca al-A’la dan al-Ghasyiyah. Kadang kita nggerundel karena imam membacanya dengan ritme yang pelan,” ujarnya mencontohkan tanda bosan dengan al-Quran. 

“Iman kita harus kita buktikan dengan benar, dengan cara diatih terus menerus. Orang yang cinta al-Quran selalu memilki kerinduan yang mendalam. Seperti rindu kita kepada orangtua atau sanak kerabat yang jauh dari kita,” tutur dia. 

Ketiga, suka berlama-lamaan membaca dan mentadabburi (mengkaji) al-Quran. “Sama seperti Kalian yang sedang jatuh cinta. Pasti ingin dekat-dekat dan sukangobrol dengan orang yang kita cintai,” ujarnya. 

Siswanto menganalogikan cinta al-Quran seperti siswa Smamio yang sekarang berada di masa SMA. Pasti pernah merasakan jatuh cinta pada lawan jenis. “Ketika kalian menyukai seseorang dan berjauhan bagaimana perasaannya? Pasti Kalian akan merasa sedih,” ujarnya. 

Siswanto kemudian meminta Siti Laila, salah satu peserta, memberikan contoh. Dia punmengaku pernah jatuh hati dan bahagia ketika disanjung di-chat di WhatsApp.

“Nah seperti itulah cinta. Jika Kalian sudah merasa luar biasa bahagia, ingin dekat, itu artinya Kalian benar-benar cinta’, Siswanto mengulasnya. 

Tanda cinta yang keempat adalah siap melaksanakan perintah. “Tanda kita cinta dengan al-Qur’an kita siap melaksanakan apa yang diperintahkan di dalamnya,” tegasnya. 

Bukti Cinta Al-Quran

Siswanto menerangkan, untuk membuktikan cinta pada al-Quran, maka kita akan langsung bilang ‘oke’ atas apapun yang diperintahkan, tanpa ada penolakan, Samikna wa athakna

“Manusia yang mencintai al-Quran akan membuktikan dengan rela berkorban. Contohnya saat kita bermain dan al-Quran bilang shalat maka kita akan seegra melaksnakan shalat. Kita akan melepaskan ego kita dari keadaan yang kita senangi,” tegas Siswanto.  

Hamba yang cinta al-Quran, lanjutnya, maka akhlaknya adalah al-Quran seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Akhlaknya adalah al-Quran.

“Generasi yang cinta al-Quran maka dia membacanya danperilakunya sesuai dengan al-Quran: tertata, setiap bicara dia pikir bahwa semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah,” pesannya. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter Smamio, Sa’roni SPd menjelaskan, kegiatan yang digelar Jumat pukul 17.00 hingga Sabtu 05.30 ini dimaksudkan untuk memotivasi anak-anak kelas XII agar membiasakan diri shalat tepat waktu, ngaji, shalat malam.

“Dan kemudian ada sesi sharing bersama guru walinya terkait apa yang mereka citakan. Jika ada kendala siswa bisa menyampaikan dalam sesi sharing tersebut untuk dicarikan solusi yang tepat dan terbaik,” ujarnya. (*)

Penulis Irma Sonya Suryana Editor Mohammad Nurfatoni

https://pwmu.co/209027/09/14/midnight-motivation-agar-siswa-smamio-cinta-al-quran/