• Networking Highlight
  • Indent PPDB 2021-2022

SMA Muhi Rintis Sekolah Unggulan Berbasis Riset

Guru Besar UNY Prof Dra Hj Suwarsih Madya MA PhD saat memberikan Materi Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru SMA Muhi Yogyakarta (Yusron Adi Darmawan/PWMU.CO)

PWMU.CO – SMA Muhi Yogyakarta rintis sekolah unggulan berbasis riset dan telah membuat tim Lembaga Pengembangan dan Penelitian (LPP).

Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta Fitri Sari Sukmawati MPd saat kegiatan Penyegaran Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) via Zoom, Selasa (1/12/2020)

Peran Sentral Guru

Dia mengatakan, guru memiliki peran sentral dalam mengembangkan potensinya untuk dapat mendukung berbagai perkembangan anak seperti perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan kepribadian siswa.

“Untuk mencapai tujuan tersebut guru harus melakukan berbagai penelitian dan pengembangan agar proses pembelajaran semakin bermakna dan berkualitas. Atas dasar tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan ini,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMA Muhi Yogyakarta yang berjumlah 130 orang dengan pemateri Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dra Hj Suwarsih Madya MA PhD.

Dalam sambutannya, Fitri berharap seluruh bapak ibu guru dan tenaga kependidikan setiap tahunnya mampu melakukan penelitian tindakan kelas maupun penelitian lain sesuai keahlian dan bidang tugasnya masing-masing.

“Saat ini siswa kelas XI juga diwajibkan untuk melakukan penelitian sesuai minatnya dengan didampingi secara daring oleh para guru,” terangnya.

Penelitian sebagai Bentuk Inovasi

Nantinya, dia menambahkan, seluruh hasil penelitian para siswa dan guru karyawan akan dikumpulkan untuk dimintakan ISBN dan karya terbaik akan dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Sementara itu Prof Dra Hj Suwarsih Madya MA PhD dalam paparannya mendorong para guru serta karyawan untuk rajin melakukan penelitian tindakan kelas yang didasari atas kesadaran adanya kekurangan dalam proses pembelajaran.

“Penelitian merupakan sarana bagi para guru untuk melakukan refleksi, melakukan inovasi dan menanamkan karakter yang kuat dalam setiap proses pembelajaran,” tandasnya.

Menurutnya, jika seorang guru selalu melakukan refleksi dan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran maka akan tercipta pembelajaran yang bermakna, efektif, berkualitas dan dapat memberikan bekal kecakapan hidup untuk menghantarkan para siswa meraih cita-cita.

“Semoga dengan penelitian ini kita dapat menumbuhkan kepribadian Islam secara utuh melalui latihan kejiwaan, kecerdasan, penalaran, perasaan dan indera untuk menggapai kesuksesan di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (*)

Penulis Yusron Ardi Darmawan Co-Editor Nely Izzatul Editor Mohammad Nurfatoni

https://pwmu.co/170111/12/03/sma-muhi-rintis-sekolah-unggulan-berbasis-riset/

Tujuh Siswa Smamio Raih Medali Perunggu hingga Emas

Gresiknews.co – Sebanyak 7 siswa Sekolah Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) berhasil meraih penghargaan dalam Olimpiade Pahlawan Sains Indonesia (OPSI) tingkat nasional yang diadakan oleh POSI secara online pada 22 November lalu.

Beragam penghargaan diraih ketujuh siswa ini tersebut. Mulai perunggu, perak, hingga emas. Berikut daftar siswanya: 1.) Fadhila Rifda Meydiana Ma’ruf (XI-MIA 3)-Bahasa Inggris- medali perunggu. 2.) Andini Aprilia Putri (XI MIA 1)-Biologi- medali perak. 3.) Muhammad Abzario Ghailland Syailyndra (XII MIA 2)-Biologi- medali perak. 4.) Tiara Az Zahra Yasmin (XI IIS 2)-Ekonomi- medali emas.
5.)Revi Febriani Putri Ma’arif (XII MIA 3)-Matematika- medali perak. 6.)Haya Azzahra Hamdah (XI MIA 3)-Matematika-Medali perak. 7.) Maulina Ayu S P (XII MIA 1)-Matematika- medali perunggu.

Selain siswa, Nanik Rahmawati Fuadah, Guru Kimia sekaligus pendamping lomba juga meraih medali perunggu. Menurutnya, Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) bertujuan mencetak siswa-siswi berprestasi dan ahli dibidangnya. Sehingga dapat menjadi ilmuwan muda Indonesia dengan tenaga pelatih yang berasal dari juara OSN dan alumni peserta pembinaan olimpiade sains tingkat nasional.

“Sekolah kami selalu memfasilitasi dan memotivasi siswa untuk berprestasi di berbagai bidang. Untuk mengukur kemampuan dan menumbuhkan mental bersaing dalam diri siswa,” ujar Nanik, Senin (30/11/2020).

“Untuk hasil juara itu bonus. Namun kami siap mengantarkan siswa dalam meraih prestasi,” imbuhnya. (Fbr/m1)

http://gresiknews.co/tujuh-siswa-smamio-raih-medali-perunggu-hingga-emas/

Tujuh Siswa Sekolah Muhammadiyah Dapat Penghargaan OPSI Secara Online

Teks Foto : Tiara AzZahra Yasmin siswa SMAMIO peraih medali emas

GRESIK, DORRONLINENEWS.COM – Sebanyak 7 siswa Sekolah Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) berhasil meraih penghargaan dalam Olimpiade Pahlawan Sains Indonesia (OPSI) tingkat nasional yang diadakan oleh POSI secara online pada 22 November lalu.

Beragam penghargaan diraih ketujuh siswa ini tersebut. Mulai perunggu, perak, hingga emas. Berikut daftar siswanya: 1.) Fadhila Rifda Meydiana Ma’ruf (XI-MIA 3)-Bahasa Inggris- medali perunggu. 2.) Andini Aprilia Putri (XI MIA 1)-Biologi- medali perak. 3.) Muhammad Abzario Ghailland Syailyndra (XII MIA 2)-Biologi- medali perak. 4.) Tiara Az Zahra Yasmin (XI IIS 2)-Ekonomi- medali emas.
5.)Revi Febriani Putri Ma’arif (XII MIA 3)-Matematika- medali perak. 6.)Haya Azzahra Hamdah (XI MIA 3)-Matematika-Medali perak. 7.) Maulina Ayu S P (XII MIA 1)-Matematika- medali perunggu.

Selain siswa, Nanik Rahmawati Fuadah, Guru Kimia sekaligus pendamping lomba juga meraih medali perunggu. Menurutnya, Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) bertujuan mencetak siswa-siswi berprestasi dan ahli dibidangnya. Sehingga dapat menjadi ilmuwan muda Indonesia dengan tenaga pelatih yang berasal dari juara OSN dan alumni peserta pembinaan olimpiade sains tingkat nasional.

“Sekolah kami selalu memfasilitasi dan memotivasi siswa untuk berprestasi di berbagai bidang. Untuk mengukur kemampuan dan menumbuhkan mental bersaing dalam diri siswa,” ujar Nanik, Senin (30/11/2020).

“Untuk hasil juara itu bonus. Namun kami siap mengantarkan siswa dalam meraih prestasi,” imbuhnya. (Lono)

https://dorronlinenews.com/2020/11/tujuh-siswa-sekolah-muhammadityah-dapat-penghargaan-opsi-secara-online/

Penilaian Akhir Semester Online

WhatsApp Image 2020-11-27 at 10.28.39

Selamat menempuh Penilaian Akhir Semester berbasis Online siswa-siswi SMA Muhammadiyah 10 GKB ☺️

 

#smamiogkbgresik
#myschoolmyinspiration

Pengalaman Jerman: Pelajaran Sekolah Berdasarkan Fakta Bukan Statemen

Pengalaman Jerman berupa pelajaran berdasarkan fakta bukan statemen disampaikan Ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Mohammad Rokib, Sabtu (28/11/20).

Ketua PCIM Jerman Muhammad Rokib saat memberikan materi di Webinar Penguatan Ideologi Muhammadiyah Majelis Dikdasmen PCM GKB (tangkapan layar Ria Rizaniyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pengalaman Jerman pelajaran sekolah berdasarkan fakta bukan statemen. Hal itu disampaikan Ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Mohammad Rokib, Sabtu (28/11/20).

Dalam kegiatan webinar Penguatan Ideologi Muhammadiyah yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PCM GKB yang mengangkat tema Future Challenges and  Opportunities of Education in Disruption Era (Pasca Covid-19) Rokib menjelaskan sekolah di Jerman menerapkan pembelajaran berdasarkan praktik. Misalnya tema perkebunan, maka siswa diajak praktik langsung di kebun untuk memformulasikan teori apa yang diperoleh.

“Sekolah di Jerman menerapkan pelajaran berdasarkan fakta bukan berdasarkan statemen. Sekolah masa depan tanpa PR,” jelasnya.

Sistem pendidikan, lanjutnya, bisa meninjau ulang kurikulum yang sudah berlaku sekarang dengan menerapkan dan menitikberatkan pada praktik.

Pendidikan Pasca -Pandemi

Rokib menerangkan realita pembelajaran di masa pandemi ini beralih menjadi pembelajaran online. Guru mengajar secara online karena sangat dibatasi. Pandemi yang tidak memungkinkan tatap muka. Jalur online menjadi satu satunya jalan untuk pelaksanaan pembelajaran.

“Zoom dipilih oleh satuan pendidikan sebagai salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran, berbeda dengan model pembelajaran sebelumnya,” jelasnya.

Dia memaparkan apa yang terjadi saat teknologi mengalihkan model pembelajaran, “Kita menjadi benar-benar berjarak dengan teman teman dan orang di sekitar kita. Kita harus menerapkan social distancing, yang sangat berpengaruh dalam komunikasi antara teman atau dengan tetangga kita.”

“Siswa bisa jadi cenderung lebih individual, kecakapan berkomunikasi dan bernegosiasi berkurang dikhawatirkan berkurang juga ketrampilan berkomunikasinya,” tambahnya.

Peran Orangtua dalam Pembelajaran Online

Rokib berharap siswa aktif dalam pembelajaran online, tapi kenyataannya dalam pembelajaran yang lebih aktif adalah pendampingnya, yaitu orangtuanya.

“Jangan-jangan ibu-ibu yang lebih aktif mendampingi. Sebenarnya belum ada survei yang signifikan tentang itu. Atau bahkan ibu yang berperan membentuk karakter siswa? Ini belum ada riset. Namun bisa kita amati, guru mentransformasi pengetahuan melalui teknologi zoom, seberapa pengaruhnya pada siswa? Atau bahkan pendampingan orangtua lebih signifikan,” katanya.

Kita, sambungnya, harus menggandeng orangtua dalam pembentukan karakter siswa, sebagai pertimbangan untuk mengelola pendidikan. Presentasi waktu ayah dan ibu mendampingi anak belajar dari rumah. Ibu memiliki waktu yang lebih banyak dari pada ayah. Orangtua mempunyai peran lebih dominan dalam membentuk karakter siswa.

“Sekolah harus lebih inten berkomunikasi dengan orang tua untuk bersama membentuk karakter siswa,” imbuhnya.

Metode Belajar Online Versus Offline

Dalam pembelajaran online, menurutnya, e-learning sebagai tools dalam pembelajaran selama pandemi.

“Hasil riset Mailizar dkk- Eurasia Journal of Mathematics Science and Technology Education 2020, siswa mengalami kelemahan atau kekurangan dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Pada mata pelajaran matematika, siswa kurang bisa memahami materi yang disampaikan guru yang disebabkan kurang memadainya akses internet dan akses perangkat, baik laptop atau HP,” jelasnya.

Simpulannya, lanjutnya, Indonesia mengalami masalah besar yakni kegagalan dalam pembelajaran matematika.

Pendidik Butuh Penguatan Skill ICT

Rokib mengungkapkan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut pendidik butuh penguatan skill Information and Communication Technology (ICT), di mana pendidik menjadi elemen utama yang harus dikuatkan keterampilan ICT-nya.

Baca Juga:  Guru Mugeb School Diajak Simpan Saham Spiritual

Setelah pandemi berakhir, sambungnya, diperkirakan ini masih relevan dalam penerapan pascapandemi yang masih membutuhkan ketrampilan ICT, baik itu design dan video materi.

“Dalam pelatihan, guru harus didorong untuk memiliki ketrampilan ICT. Keterampilan yang menjadi faktor utama. Nanti kita buktikan setelah pandemi berlalu karena saat ini siswa sudah terbiasa online. Mereka menemukan simulasi materi tertentu dengan akses online,” jelasnya.

Jangan-jangan, khawatirnya, apa yang dijelaskan guru menjadi tidak menarik lagi karena mereka sudah terbiasa dengan sensibilitas digital atau virtual sensibility yang membentuk selera siswa lebih suka mencari pengetahuan secara virtual. Ini adalah tantangan sekaligus peluang pendidikan di era mendatang.

Buat Konten Bentuk Tabiat

Dia mengungkapkan karakter baru siswa karena terlalu sering akses online menjadikan mereka lebih suka melihat materi secara online dari internet.

“Mereka suka mencari pengetahuan lewat digital. Guru harus ikut andil untuk mengarahkan anak, mungkin dengan membuat konten-konten yang bisa membentuk tabiat yang baik,” jelasnya.

Menurutnya, blanded learning visualisasi materi dengan interaksi langsung dengan peserta didik  diprediksi menjadi peran penting dalam pendidikan.

Perubahan Model Asesmen

Rokib menjelaskan di Indonesia sudah diterapkan UTBK (ujian tulis berbasis komputer). Namun kalau penilaian pendidikan di Jerman langsung dari praktik atau proyek penelitian.

“Tuntutan perubahan model asesmen, tidak hanya fokus pada ujian tulis saja. Tentunya sekolah Muhammadiyah lebih fast respon untuk mempertimbangkan perubahan model asesmen dengan kemungkinan ketrampilan siswa yang diujikan,” jelasnya.

“Areliability (AR) akan membuat visualisasi yang menjadikan pengajaran menjadi lebih baik. Kecenderungan karakter siswa diprediksi lebih suka dengan hal-hal yang lewat media digital. Penjelasan proses bisa dilihat lewat media animasi akan lebih menarik,” jelasnya.

Ini, imbaunya, menjadi tantangan baru bagi sekolah dan guru untuk dapat menyesuaikan diri di era pasca pandemi.

Pendidikan Masa Panedmi di Jerman

Rokib mengungkaokan saat ini sekolah di Jerman sudah masuk sejak bulan Agustus, dengan penerapan protokol kesehatan, wajib memakai masker. Jika tidak memakai masker didenda 10 juta dan di-black list.

“Setelah lockdown bulan Maret sampai Agustus, penerapan pendidikan sudah berbeda. Di Jerman, sekolah tidak punya ruang kelas, namun adanya ruang belajar,” ungkapnya.

Di mana, lanjutnya, guru sudah memiliki materi ajar tertentu dan siswa sudah memiliki proyek atau tugas masing-masing yang dimediasi oleh laptop, laboratorium, buku teks. Tidak ada ruang kelas, namun jika ada siswa yang punya masalah dalam pengerjaan proyek, mereka akan menemui guru di ruang tertentu dan akan ada penjelasan khusus untuk siswa tersebut.

“Guru berfungsi sebagai learn partner (partner belajar). Sekolah meniadakan PR, semua dikerjakan di sekolah. Yang belum paham akan dipanggil guru secara individu untuk mendapatkan pendampingan (coaching) yang dirasa sangat efektif dengan durasi waktu kurang lebih 20 menit,” tandasnya.

Penulis Ria Rizaniyah. Co-Editor IchwanArif. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

https://pwmu.co/169823/11/29/pengalaman-jerman-pelajaran-sekolah-berdasarkan-fakta-bukan-statemen/