• Open PPDB 2020-2021
  • Networking Highlight

Congratulation! Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed.

IMG-20200809-WA0017

Assalammu’alaikum…
Segenap keluarga besar MUGEB Schools mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. atas terpilihnya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam di Univ. Islam Negri syarif Hidayatullah.

Semoga amanah dan terus menebar kebermanfaatan untuk smua. 😊👍

#smamiogkbgresik
#myschoolmyinspiration

TIM CR 10 LOLOS KE BABAK FINAL

IMG-20200803-WA0049

 

Alhamdulillah.. Tim creative research (CR-10) dari SMAMIO lolos ke babak final dalam VOSICO (Volcano Scientific Competition) tingkat Nasional, yang diadakan oleh HMJ Geografi Universitas Negeri Malang 2020.

Mohon do’a dan dukungannya ya, agar tanggal 14 Agustus 2020 nanti bisa memberikan hasil terbaik.

#smamiogkbgresik
#myschoolmyinspiration

Klik like & comments untuk SMAMIO

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1181197658929709&id=100011184577690&sfnsn=wiwspwa&extid=xXuqiJCLsAjDfdCi

Tiga Faktor Ini Sukseskan Virtual School Smamio

PWMU.CO – Tiga faktor sukseskan Virtual School Smamio. Yaitu sarana sekolah, SDM guru, dan materi pembelajaran.

Hal inilah yang disampaikan Kepala SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Isa Iskandar SSi MPd, Ahad (2/8/20).

Dia menjelaskan adanya wabah pandemi Covid-19 ini membatasi ruang gerak antara guru dan siswa. Oleh sebab itu, Smamio memilih untuk menerapkan program Virtual School sebagai sistem pembelajaran untuk anak didiknya. menerapkan Program Virtual School sebagai sistem pembelajaran untuk anak didiknya.

“Tiga hal yang menjadi titik tumpuh dalam pelaksanaan Virtual School Smamio yang telah berjalan selama tiga pekan dimulai pada Senin (13/7/2020) hingga saat ini,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan virtual school, lanjutnya, sarana menjadi hal terpenting. Mulai dari ketersediaan jaringan internet dan ruang untuk kegiatan virtual yang sudah dilengkapi dengan green screen, ruang kedap suara, kamera dan juga PC.

Faktor kedua, sambungnya, adalah SDM (sumber daya manusia) guru. Terkait hal ini, guru-guru Smamio diwajibkan untuk digital literate atau melek digital. Artinya, selain mampu mengajar, guru pun harus mampu mengoptimalkan kompetensi berupa kemampuan diri di bidang teknologi.

Faktor ketiga adalah software/e-learning yang telah dimiliki oleh Smamio. Guru sudah harus mampu mengusai software/e-learning yang ada pastinya akan memudahkan mereka untuk menghasilkan materi/media pembelajaran yang menarik.

“Mulai dari video pembelajaran, video animasi, dan media interaktif lainnya,” jelasnya.

Media Pembelajaran yang Menarik

Wakil Kepala Sekolah bidang Pengembangan Pendidikan Jamilah SSi mengungkapkan sekolah akan memberikan dukungan penuh dan menyediakan fasilitas penuh kepada guru-guru Smamio dalam proses virtual school.

Menurutnya guru-guru dituntut untuk membuat media pembelajaran yang menarik agar siswa tidak mudah bosan saat belajar mandiri di rumah nantinya.

“Persiapan untuk virtual school Smamio ini telah dilangsungkan sejak bulan Mei, 2 bulan sebelum Tahun Ajaran 2020/2021 dimulai,” paparnya.

Untuk persiapannya, lanjutnya, Tim Pengembangan Pendidikan telah memberlakukan training atau pelatihan kepada guru. Mulai dari konsep pembuatan hingga editing video pembelajaran. (*)

Penulis Novania Wulandari. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

Tiga Faktor Ini Sukseskan Virtual School Smamio

KETIKA COVID 19 MENYERANG, SISWA HARUS STAY AT HOME NABILA EKA MEMBANGUN SEMANGAT MERDEKA BELAJAR MELALUI BRANDING DIRI DI CHANEL YOUTUBE Karya: (Nabila Eka Agustin X-MIA 1)

Sebagai seorang pelajar, Nabila Eka Agustin tidak mau terbelenggu dengan rutinitas belajar saja. Terlebih setelah ada Covid 19. Dimana siswa harus belajar dari rumah saja. Dia mencoba bercerita, menulis puisi lalu membacanya di dosial medianya, mengikuti berbagai kompetisi, membuat naskah motivasi, lalu memvideokannya dengan gawai sederhannaya kemudian di unggah di media sosial (Youtube dan IG) menjadi kesehariannya. Siswa kelas X IPA-1 SMA Muhammadiyah 10 Gresik ini beberapa bulan ini terlihat aktif di chanel youtubnya (Nabila Eka) dengan berbagai branding Public Speaking-nya. “Setiap siswa harus memiliki kemerdekaan dalam belajar, terus berproses itu harus” Ucapnya singkat memulai percakapan pagi ini.
Menjadi presenter seperti Najwa Sihap yang mampu mengerakkan audien, Motivator kenamaan Merry Riyana yang memiliki daya magis luar biasa adalah sekelumit cita-citanya. Meskipun dimasa pandemic covid 19 yang mengharuskan siswa stay at home dan belajar di rumah aja, tapi tidak kehabisan akal bagi remaja putri ini. Dengan berbagai semangat hidupnya untuk terus membangun branding dirinya di bidang Public Speaking dia terus berproses.
Remaja yang terlahir di wilayah Gresik pada tanggal 1 Agustus 2004 ini ketika duduk di bangku SMP sudah memenangkan berbagai kompetisi diantaranya Juara I LKIR, Juara 1 cipta dan baca puisi Jambore UKS, juara 1 Uji kecerdasan melalui budaya baca Yang diadakan Dinas Perpustakaan Daerah Gresik. Juara Menulis Essay, Juara Membaca Berita dan berbagai kejuaraan lainnya. Aktif di berbagai kompetisi menjadi platform hidupnya.
Selain bergelut di dunia kompetisi remaja yang suka dengan menulis ini juga jago dibidang Public Speaking. Menjadi MC di berbagai acara. Diantaranya MC acara Jambore UKS Kabupaten Gresik, MC Wisuda,mengisi berbagai pelatihan kepemimpinan, dan berbagai acara baik di skeolah maupun diluar sekolah. Bakatnya terus Ia asah melalui berbagai kegiatan kepemimpinan seperti OSIS dan IPM.
Tapi sejak bulan maret 2020, setelah Ia memenangkan lomba membaca berita sudah tidak ada kompetisi lagi. Baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional. Karena pemerintah fokus menyelesaikan pandemic covid 19. Berbagai dana dipusat maupun didaerah dialihkan ke penanganan covid 19 dan dampak sosialnya. Maka Nabila tidak kehabisan akal. Ia terus berproses dan berproses. Maka sejak saat itu dia membangun chenel youtube dengan nama Nabila Eka dan juga IG dengan nama @nabilaeka.a dengan dua sosmed ini Nabila terus berkreasi membangun brandingnya.
Diantara isi Chenel youtubnya yang pertama adalah puisi tentang “Generasi Pahlawan di Masa Corona” yang dipublikasikan pada tanggal 13 Mei 2020 ini menceritakan tentang bagaimana siswa telah resah, karena mengalami persoalan yang awalnya disangka cepat tuntas ternyata berlangsung begitu lama. Covid 19 begitu menyesakkan bagi semua siswa. bagaimana perasaan siswa kangen dengan guru-gurunya, begitu juga sebaliknya. Kisah ini ditulisnya dalam sebait puisi yang indah. Dan hingga kini telah ditonton lebih dari 1.300 penonton. Ini tentu jumlah yang cukup bagus untuk youtuber pemula.
Dari semua konten yang dibuatnya telah mendapatkan apresiasi cukup banyak dari masyarakat dunia maya, bahkan beberapa chenelnya telah menjadi pembelajaran untuk siswa yang melaksanakan PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) sebagi tutor sebya. hal ini bisa dilihat dari beberapa chenel motivasi yang dibuatnya. Beberapa konten motivasi yang telah dibuatnya diantarnya “ Bagaimana kita bisa sukses?, Ikut Lomba Gagal Melulu? Ini Resep terbaru!, Motivasi bangkit dari keterpurukan, dan Senja diantara debur Ombak” motivasi-motivasi ini mendapat apresiasi positif dari masyarkat penikmatnya. Terbukti setiap konten motivasi telah dilihat sekotar 700-san. Padahal konten ini masih berjalan 2 bulan saja.
“ Aku merasa bahagia, setidaknya bisa berbuat baik untuk orang lain. mencoba baik dengan menyebar kebaikan. Tentu covid 19 tak bisa kita lawan. Kita tida bisa sekolah seperti biasanya. Namun kita harus selalu berbuat baik. Ketika membuat konten ini aku tidak pernah berpikir apa dampknya, apa kan dapat Payment in Progress dari Youtube atau tidak. Tetapi semangat berproses, menyebar kebaikan itu yang harus saya bangun. Meskipun hanya satu orang saja, dan mampu merubah mereka menjadi lebih baik. Aku sudah sangat gembira” itu ucapnya saat ditanya wartawan SMAMIO.
“Dan yang cukup sulit dalam proses kreatif selain harus membuat naskah sendiri, mengambil video yang di sesuaikan dengan naskah, editing video. Juga yang cukup rumit adalah menentukan tema dan ketepatan upload karya. Semakin pas karya di uplad di youtube akan membuat penyimak dengan cepat menikmati karyanya. Semisal saat banyak siswa dan mahasiswa galau sebab tidak ad awisuda maka saya membuat karya puisi tentang wisuda, begitu juga ketika pemerintah sudah mengeluarkan konsep new normal. Maka saya harus membuat puisi new normal. Ketepatan pembuatan dan upload karya sangat berpengaru terhadap subscriber. Disinilah letak keseruan menikmati proses belajar di sosial media” jelasnya sambil tersenyum.
Tentag chenelnya yang berisi motivasi, puisi, MC nabila menjelaskan jika memang kemampuannya dibidang Public Speaking. Maka tiga hal itu sangat cocok dengan Public Speaking. Menyampaikan ide-ide, semangat untuk sesam pelajar melalui konten konten yang bernilai positif. Nabila sengaja tidak memilih konten yang sedang di gemari masyarakat luas seperti vlog, parodi, kuliner atau konten alay karena memang dalam konten seperti itu tidak ada nilai yang disampaikan secara mendalam. Selain sekedar hiburan semata. Nilai idealisme sebagai pelajar yang sedang membangun brendingnya sebagai calon ahli Public Speaking masih di pegangnya.
Alasannya membuat chanel Youtube dan IG adalah untuk mewujudkan kemerdekaan belajar yang di gagas Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa ” Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” Sehingga menuntut guru dan siswa kreatif dalam membuat konten yang positif. Dan tentu dengan membuat konten ini juga bisa menjadi pekerjaan di masa depan jika memang kontennya cukup di minati masyarakat. Menjadi siswa harus lebih mampu berdaya saing di era digital.
“ Dan syukur Alhamdulillah, memasuki bulan Juli dengan dukungan SMAM 10 Gresik saya bisa mengikuti berbagai lomba di bidang Puisi, Pidato, menulis Essay, Menulis Cerpen, Menulis Artiel, Fiture. Baik yang diadakan oleh kemendikbud, Kampus-kampus, partai politik. Dengan adanya berbagai kompetisi secara online tentu bisa mengembangkan bakatnya baik di bidang public spiking maupun menulis. Beberapa chenel Youtubku dan IG juga sudah ada beberapa lomba itu” terangnya sore ini menutup penjelasan akan pentingnya bagi siswa untuk terus berkarya. Menjadi diri sendiri itu penting, berproses itu sangat penting. Tanpa proses yang diseriusi maka prestasi tak akan pernah hadir. Covid 19 tidak akan pernah bisa membatasi ruang berekspresi siswa-siswa Indonesia.

Milenial Harus Berani Gagal dan Coba Lagi

PWMU.CO – Milenial harus berani gagal dan mencoba disampaikan Analisa Widyaningrum MPsi dalam acara Fortasi Smamio, Rabu (16/7/20).

Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) secara online SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) yang menghadirkan influencer CEO APDC Indonesia sekaligus lulusan terbaik Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) 2019. Dia memberikan semangat pada 399 siswa Smamio.

“Dengan sekolah, mendapat nilai terbaik, mengikuti prosesnya dengan baik merupakan gerbang awal untuk melihat kualitas seseorang. Maka jangan pernah ragu untuk melangkah,” tukasnya.

Dia menjelaskan generasi milenial harus sudah memiliki tujuan dari sekarang. Berani gagal, berani mencoba, dan harus tahu potensi yang dimiliki dalam diri.

Kalian, serunya, harus tahu mau jadi apa? Jangan ikut-ikutan teman. Allah tidak akan ngasih jalan mulus kalau ingin jadi orang hebat. Tujuan itu yang akan menguatkan kita. Jika tidak pernah memulai maka tidak akan merasakan kesuksesan. Serta doa orangtua merupakan the power of reason yang akan menjadi kekuatan kita.

Yang saat ini dibutuhkan oleh setiap orang, lanjutnya, personal branding. Khususnya di masa pandemi dan zamannya sosial media. Setiap orang harus kreatif dengan sosial media yang dimiliki.
“Tunjukkan siapa diri kalian. Tuangkan apa yang kalian punya dan bermanfaat bagi orang lain. Bangunlah branding mulai dari sekarang supaya bisa melihat perjalanan hidup kalian. Posting saja apa yang kalian alami. Sesuai dengan tema Fortasi Creative Learner harus memiliki mental growth mindset. Terus berjuang dan pasrahkan hasilnya sama Allah,” ujarnya.

Harapan Adalah Kekuatan Diri
Analisa menjelaskan sebagai remaja milenial, siswa Smamio harus tetap memiliki tujuan dalam diri sebagai kekuatan hidup. Satu-satunya kekuatan dalam diri adalah harapan.

“Tugas manusia adalah berjuang, jika sudah berjuang maka akan menuai hasil dengan senang” tegasnya.

Peserta Fortasi Nabila Eka pun terlihat antusias mengikuti acara ini. Siswa yang berasal dari SMP Negeri 9 Gresik ini mengaku senang saat mendengarkan inspiration zone yang menghadirkan influencer ternama di Indonesia.

“Menurut saya Fortasi Smamio kali ini sangat menarik karena mendatangkan pemateri yang sangat oke. Dari situ kita semua siswa bisa termotivasi untuk terus berkarya dan konsisten dalam belajar dan memulai untuk membuat branding dari sekarang,” ujarnya.

Tetap Berkarya meskipun Pandemi
Ketua Fortasi Faisa Azarine Sabika mengatakan tema yang diangkat Creative Learner, Positive Accomplishment berdasarkan panduan dari Pimpinan Pusat IPM.

“Kami menentukan tema ini dengan tujuan untuk membuat siswa Smamio mampu berkarya meski di masa masa sulit seperti ini. Kami mengawali dengan melatih siswa dengan karya sederhana dan bermakna bagi mereka,” jelasnya.

Melalui acara yang dikemas Inspiration Zone ini, lanjutnya, sebagai rangkaian kegiatan dalam Fortasi. Panitia menghadirkan Analisa Widyaningrum MPsi Psikolog di tengah-tengah siswa baru diharapkan dapat memberikan inspirasi agar siswa memiliki potensi Empat Aksi Agenda Pimpinan Pusat IPM.

“Empat aksi tersebut adalah Aku Peduli Lingkungan (Student Earth Generation), Aku Merangkul Sesama (Campaign Inklusi), Aku Pelajar Mandiri (Student Preneur), dan Aku Pelajar Sehat (Pelajar Sehat). Semoga mbak Analisa dapat menginspirasi siswa baru SMAMIO untuk dapat menjalankan aksi tersebut,” tandasnya. (*)

Penulis Dyah Nanda. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/155470/07/16/milenial-harus-berani-gagal-dan-coba-lagi/