• Networking Highlight
  • Indent PPDB 2021-2022

Matangkan Jadi Sekolah Riset, Smamio Gresik Webinar Bersama Ilmuan Ternama

Matangkan Jadi Sekolah Riset, Smamio Gresik Webinar Bersama Ilmuan Ternama
Smamio Gresik saat menggelar webinar (Foto: Tangkapan layar saat webinar).
 

TIMESINDONESIA, GRESIK – Mengukuhkan sebagai sekolah riset, SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio Gresik) menggelar webinar bersama ilmuan ternama yakni Dr. Eng. Muhammad Aziz, Ketua Umum Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional.

Melalui siaran seminar Aplikasi Zoom, Aziz yang juga Associate Professor The University of Tokyo ini membagikan ilmu seputar riset. Kegiatan itu diikuti oleh seluruh siswa serta guru melalui daring.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan Smamio, Ulyatun Nikmah mengatakan, webinar yang dilakukan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka mewujudkan sdm unggul.

“Kami sengaja mengundang salah satu ilmuan Indonesia yang sukses menjadi dosen di Tokyo, Jepang. Dalam webinar ini juga sebagai wujud kami menuju sekolah riset,” katanya, Kamis (18/2/2021).

Webinar-Smamio-Gresik-2.jpg

Diungkapkan Ulyatun, kegiatan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi guru dan siswa agar terus berkarya dan berprestasi khususnya pengetahuan di bidang riset. Tentu, dengan narasumber berpengalaman akan memperkaya wawasan peserta.

“Memang rangkaian ini mulai kita lakukan semester dua ini mulai pelatihan guru, kemampuan menulis karya ilmiah, termasuk webinar kali ini,” ujarnya.

Terkait sekolah riset, Ulyatun menambahkan siswa di Smamio diwajibkan untuk membuat riset baik di bidang sains, sosial maupun agama. Riset yang dilakukan ini sebagai tuntutan kenaikan kelas. Kemudian untuk guru, sekolah mewajibkan membuat buku.

Kemudian, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan riset yang telah dilakukan oleh para siswa.

“Program kami untuk mendukung sekolah riset di Smamio Gresik adalah One Student, One Riset. Serta One Theacer, One Book. Kemudian juga memaksimalkan kerjasama dengan perguruan tinggi,” imbuh Ulyatun. (*)

Pewarta:  | Editor: Deasy Mayasari

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/328584/matangkan-jadi-sekolah-riset-smamio-gresik-webinar-bersama-ilmuan-ternama

Pembina Riset Smamio Belajar pada Dosen Tokyo

Pembina riset Smamio belajar ke dosen The University of Tokyo dalam acara Sharing Session Scientist Forum 2021, Kamis (18/2/21) secara virtual.
Dr Eng Muhammad Aziz saat memberikan materi (tangkapan layar Dyah Nanda/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pembina riset Smamio belajar ke dosen The University of Tokyo dalam acara virtual Sharing Session Scientist Forum 2021, Kamis (18/2/21).

Acara yang diselenggarakan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik itu mengundang Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional sekaligus Associate Professor The University of Tokyo: Dr Eng Muhammad Aziz.

Di kegiatan bertema Hold the World with Research itu dia menyampaikan, untuk menjadi sekolah riset, salah satu kuncinya bagaimana kemampuan kita mempersiapkan human resources.

Sebagai sekolah riset, kualitas SDM guru menjadi faktor penting. Mempunyai guru berjiwa pembelajar yang mampu membangkitkan semangat siswa untuk belajar tidak hanya teori namun juga praktik

Para guru harus mampu mengaitkan materi tertulis dengan materi alam sehingga dapat menjadikan karya ilmiah meski dari hal-hal sederhana namun bermakna.

Guru juga diharapkan dapat memotivasi siswa untuk Kembali bangkit setelah mengalami kegagalan.
“Dalam hal ini guru harus mampu menyiapkan siswa untuk jujur dan terbiasa dengan kegiatan menulis,” ujarnya.

Oleh karena itu Aziz memotivasi kepada para peserta untuk tetap semangat mendampingi siswa dalam setiap prosesnya penelitian.

 

Beri Bekal Pembimbing Riset

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan Ulyatun Nikmah SPd mengatakan meski dalam situasi pandemi tak menyurutkan Smamio dalam memberikan bekal keilmuan untuk guru dalam meningkatkan kompetensi.

“Acara ini merupakan pembekalan untuk para pembimbing riset untuk memperkuat branding sekolah riset,”

Dia menyampaikan yang diikuti 25 guru ini untuk memperkuat kompetensi pembina riset. Sasarannya adalah pembina riset Smamio dan enam guru perwakilan dari sekolah Muhammadiyah GKB Gresik terkait dengan dunia penelitian.

“Menghadirkan nara sumber yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang penelitian harapannya bisa memberikan pengetahuan baru pada persiapan SDM,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00-14.00 WIB ini diikuti guru-guru SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan pembina riset Smamio. (*)

https://pwmu.co/179033/02/19/pembina-riset-smamio-belajar-pada-dosen-tokyo/

Penulis Dyah Nanda. Editor Ichwan Arif.

Menyemai Prestasi dari Inspiration Class Smamio

Gedung SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Istimewa/PWMU.CO)

Menyemai Prestasi dari Inspiration Class Smamio adalah karya Ririn Masfaridah, juara III tugas praktik Pelatihan Jurnalistik Softnews: Menulis Fakta Rasa Sastra.

 

PWMU.CO – Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB. Beberapa guru memasuki ruang-ruang yang berbeda. Sejurus kemudian mereka mengaktifkan perangkat IT seperti komputer dan kamera.

Seperti dilakukan Risa Akbar Fitria SPd di salah satu ruang kelas virtual. Setelah layar komputernya menyala, beberapa menit kemudian terlihat wajah-wajah siswa muncul dari aplikasi Zoom Clouds Meeting.

Tidak lama kemudian powerpoint dan video tentang kesehatan lingkungan muncul di layar saat Risa menyampaikan pentingnya kesehatan lingkungan di IC Healthy Class.

“Kesehatan lingkungan sangat penting dipelajari karena memiliki tujuan untuk melakukan koreksi, memodifikasi terjadinya bahaya dari lingkungan terhadap kesehatan serta kesejahteraan hidup manusia,” Risa menerangkan.

Selain itu, sambungnya, sebagai upaya pencegahan untuk mengefisienkan pengaturan berbagai sumber lingkungan dalam meningkatkan kesehatan dan juga kesejahteraan hidup manusia serta untuk menghindarkan dari bahaya penyakit.

Sementara itu di lobby lantai satu—sebelah selatan gedung Smamio—terlihat seorang guru sedang menyiapkan peralatan masak dan kamera. Setelah semuanya on, dia menyapa siswanya dari kamera, dengan begitu ramah.

Ketika menyampaikan materi, tangannya tampak lihai memainkan teflon. Para siswa yang mengikuti lewat layar Zoom ikut mempraktikkan beberapa arahannya.

Hari itu Diana Makhsussiyah SPdI sedang mengajar masak-memasak pada generasi milenial Smamio di IC Cooking Class.

Diana Makhsussiyah berpose dengan hasil masakan yang dibuatnya dalam kegiatan virtual IC Cooking Class (Ika Riskia/PWMU.CO)

Di Sudut Perpustakaan

Pemandangan lain berlangsung di Perpustakaan Smamio. Tampak Novania Wulandari SPd dengan sabar membimbing siswanya melalui Zoom. Dalam tampilan layar komputernya terlihat Microsoft Word sedang aktif.

Terdengar dia mulai memberi penjelasan. “Berita maksudnya suatu keterangan mengenai kejadian, aktual, dan penting. Produk utama jurnalistik adalah berita.” Rupanya Novania siang itu sedang melatih menulis berita yang baik IC Jurnalistik.

Di sudut perpustakaan lain ada ruang kecil yang didesain kedap suara. Di dalamnya ada seorang guru yang asyik memainkan orgen sembari menyampaikan informasi mengenai dunia musik. Itulah aktivitas Sonya Sonhaji SKom saat mengajar di IC Musik

Pemandangan lain berlangsung di laboratorium Smamio yang didesain secara modern. Saat itu Nanik Rahmawati Fuadah MSi sedang merevisi tulisan karya ilmiah siswa-siswanya yang akan dilombakan.

Nanik adalah guru pembina IC Creative Research 10 yang disingkat CR10. Dari IC ini lahir bibit-bibit unggul peneliti. Berkat bimbingannya, siswa Smamio berhasil memenangi lomba karya ilmiah.

Inspiration Class Smamio

Risa, Diana, Novania, Sonya, dan Nanik adalah beberapa guru yang menjadi pembinan Inspiration Class (IC). Yaitu program unggulan di gedung megah SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio). yang mewadahi bakat dan minat siswa di bidang akademik dan non-akademik.

Di situ siswa diberi kebebasan memilih kelas kelas inspirasi sesuai dengan minatnya. Kegiatan ini dijadwalkan satu kali dalam sepekan, seperti yang tampak pada Kamis (11/2/2021) itu.

Tidak hanya ada Healthy Class, Cooking Class, Jurnalistik, Musik, dan CR10, Smamio juga memiliki IC Public Speaking, Seni Baca Al-Quran, Robotic, Desain Grafis, Tata Busana, Manga, dan Teater.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smamio Fitri Andriyani MPd menjelaskan, IC Smamio tidak hanya menyediakan ruang berekspresi bagi siswa saja.

“Lebih dari itu, IC Smamio juga terbukti berhasil dalam meningkatkan potensi siswa di masing masing bidang. Contohnya di bidang riset, melalui IC CR10 beberapa siswa berhasil meraih juara nasional dan internasional dalam bidang penelitian,” ungkapnya Sabtu (13/2/2021).

Seperti penelitian Daun Kelor Bawa Smamio ke Ajang Internasional atau Daun Mimba Antarkan Siswa Smamio Juara Internasional.

Siswa IC Puclic Speaking sedang mengikuti pembinaan secara virtual (Istimewa/PWMU.CO)

Dia mengungkapkan, tidak hanya CR10 yang berhsil mendulang prestasi. IC Seni Baca Quran juga berhasil mengantar siswa Adi Amar Haikal Husin meraih beasiswa tahfidh di Daurah Al-Quran Hidayatullah Malang.

“Sebelum pandemi, siswa-siswi yang tergabung dalam IC Public Speaking juga aktif membawakan acara motivasi di beberapa sekolah. Hal yang sama juga dilakukan siswa IC Musik yang mengisi acara di berbagai event,” terang Fitri.

Fitri menerangkan, pandemi Covid-19 memang mengubah kondisi kegiatan IC Smamio. Tetapi inovasi harus tetap dilakukan. “Mengisi kelas inspitasi secara virtual dan mengikuti berbagai macam lomba secara online adalah bagian dari upaya Smamio dalam mengasah potensi siswa-siswinya,” ujarnya.

Ia menyampaikan terlaksananya IC Smamio tidak lepas dari peran serta guru pembina dan pendamping serta keaktifan siswa Smamio. (*)

https://pwmu.co/178140/02/14/menyemai-prestasi-dari-inspiration-class-smamio1/

Editor Mohammad Nurfatoni

Cospleng, Pelatihan Ini Langsung Hasilkan Softnews Bermutu

Sebagian peserta pelatihan. Cospleng, Pelatihan Ini Langsung Hasilkan Softnews Bermutu. (Tangkapan layar Achmad Nasafi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Cospleng, Pelatihan Ini Langsung Hasilkan Softnews Bermutu. Pelatihan Jurnalistik: Softnews, Menulis Berita Rasa Sastra yang digelar Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Kamis (11/2/21) benar-benar cospleng alias ampuh.

Sebagai sebuah pelatihan, acara tersebut tidak sekadar menjejali peserta dengan teori tapi langsung praktik untuk melahirlan penulis-penulis softnews.

Terbukti, dari 86 peserta, yang menyerahkan naskah ada 29 orang. “Berarti ada 34 persen peserta yang berhasil menuliskan berita dengan gaya softnews,” kata Ichwan Arif, Koordinator Sinergi Jurnalistik dan Literasi Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, sang penanggung jawab acara.

Menurut dia, secara persentase memang kurang dari 50 persen. Tetapi itu sudah cukup bangus mengingat tidak mudah menulis berita bergaya sastra itu. Apalagi acara berlangsung secara daring dengan waktu penyelesaian tugas yang terbatas.

Arif juga menyampaikan, 86 orang itu tidak semuanya peserta aktif, artinya tak wajib praktik, misalnya pantia dan tim peliput. Juga kepala sekolah dan wakil kepala sekolah empat Sekolah Muhammadiyah GKB atau Mugeb School. Yaitu SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB. 

Pelatihan yang menghadirkan Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni ini juga diikuti guru dari 15 sekolah mitra Mugeb School.

Yang cukup menggembirakan, 29 naskah yang masuk itu sebagian besar layak diterbitkan karena sudah sesuai standar penulisan softnews. “Hanya perlu penambahan data, wawancara, dan foto,” ujar Arif yang juga redaktur PWMU.CO.

Dia menambahkan naskah-naskah tersebut akan diterbitkan secara bergilir, seperti karya Dian Hanif Mufidah berjudul Hidupkan SMS, Spemdalas Ingin Guru Fuan, Fresh, dan Fit.

Arif juga mengungkapkan, saking banyaknya naskah yang bermutu, juri agak keropotan memilih para pemenang. Juri membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menelaah dan menentukan tiga naskah terbaik. “Bahkan kami sempat berbeda pendapat dalam menetukan juara,” ujarnya.

Tetapi setelah melalui musyawarah, terpilih tiga naskah softnews terbaik. Sebelumnya juga telah ditetapkan tiga pengirim naskah tercepat.

Naskah Softnews Terbaik
1. Sayyidah Nuriyah (SD Muhammadiyah 2 GKB)
2. Khoirun Nisa (SD Muhammadiyah 1 Wringinanom)
3. Ririn Masfaridah (SMA Muhammadiyah 10 GKB)

Pengiriman Naskah Tercepat
1. Erna Ahmad (SD Muhammadiyah 1 GKB)
2. Yogo Triawanto (SMP Muhammadiyah 12 GKB)
3. Yanita Intan Sariani (SMA Muhammadiyah 10 GKB)

 

Kesan para Pemenang

Menjadi juara I menjadi kejutan bagi Sayyidah Nuriyah. Konselor Bimbingan Konseling (BK) SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik tak menyangka naskahnya yang berjudul Pandemi Belum Usai, Berlian Sulap Lagi Ruang Kelas Jadi Studio terpilih jadi nomor satu.

“Pasalnya, banyak tulisan peserta lain yang bagus dalam menggambarkan sekolahnya,” ungkapnya. Di kalangan tim jurnalis Sekolah Muhammadiyah GKB Sayyidah Nuriyah tergolong pendatang baru.

Sayyidah berharap ke depan dia bisa lebih banyak menyajikan berita berbetuk softnews agar mengena di hati pembaca. “Tidak menyajikan berita yang sekadar ada 5W 1H-nya seperti yang selama ini saya tulis di PWMU.CO,” tuturnya, Jumat (12/2/21).

Guru SD Muhammadiyah 1 (Muwri) Wringinanom Khoirun Nisa’ mengaku sangat senang karyanya dinobatkan sebagai juara II dengan tulisan berjudul Covid-19 Belum Hilang, Semangat Guru SD Muwri Tak Boleh Padam.

“Ada tantangan tersendiri menulis softnews tentang profil sekolah dalam waktu singkat. Sempat bingung mau nulis apa. Akhirnya menulis kisah seorang guru yang semangat mengikuti pelatihan di tengah kesibukan sebagai wali kelas saat PJJ (pembelajaran jarak jauh),” tutur Nisa.

Perasaan senang juga dirasakan oleh Ririn Masfaridah. Naskahnya berjudul Menyemai Prestasi dari Inspiration Class Smamio dipilih sebagai juara III.

Guru SMA Muhammidiyah 10 GKB (Smammio) itu mengungkapkan dengan pelatihan ini ia dapat meng-upgrade kemampuan dirinya dalam bidang jurnalistik khususnya dalam menulis softnews.

“Mengesankan, pada pelatihan sebelumnya kita diajarkan hardnews. Pada pelatihan ini kita diajarkan softnews. Tentunya menambah wawasan dalam bidang jurnalistik,” ungkapnya.

Menurtunya, karena tulisan softnews lebih mengedepankan human interest, maka dia merasa perlu memperbanyak latihan. Karena selama ini dia banyak menulis hardnews.

“Saya berharap semoga bisa istikamah dalam belajar menulis. Karena dengan menulis, kita bisa mengikat ilmu dan menjadi bagian dari peradaban,” kata Ririn di akhir wawancara. (*)

https://pwmu.co/177973/02/12/cospleng-pelatihan-ini-langsung-hasilkan-softnews-bermutu/

Penulis Viki Safitri. Editor Mohammad Nurfatoni

SMAMIO CAREER OPPORTUNITY

WhatsApp Image 2021-02-09 at 14.43.05

WhatsApp Image 2021-02-09 at 14.42.53 (1)

WhatsApp Image 2021-02-09 at 14.42.53