• Networking Highlight
  • Indent PPDB 2021-2022

Quran Day Smamio Kupas 9 Penyebab Futur

Ustadz Fajar Almahmudi saat menyampaikan materi Quran Day Smamio Kupas 9 Penyebab Futur (tangkapan layar Ririn Masfaridah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Quran Day Smamio Kupas 9 Penyebab Futur. Siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) mengikuti Quran Day secara virtual, Sabtu (6/2/21). Kegiatan bertema Al-Quran Benteng Futur ini diikuti siswa kelas X, XI, dan XII dengan .

Koordinator Bidang Bina Al-Quran, Tahfidh, dan Tarjim Smamio Hudzaifaturrahman SThI mengatakan, kegiatan digelar sebagai upaya sekolah untuk membangkitkan gairah siswa dari futur atau kemalasan.

“Agenda tadarrus dan tahfidh bersama dengan siswa sudah terjadwal setiap pekannya. Kali ini dibuat berbeda dengan menghadirkanUstadz Fajar Al Mahmudi SPdI, seorang dai Aceh dan alumni PUTM (Pendikan Ulama Tarjih Muhamamdiyah). Ini dilakukan sebagai upaya menjaga semangat siswa dalam meningkatkan kecintaannnya pada al-Quran,” ujarnya.

 

Sembilan Penyebab Futur

Fajar Al Mahmudi menjelaskan, setiap amalan memiliki masa semangat dan masa jenuh atau yang dikenal dengan sebutan futur.

Futur bisa diartikan kemalasan, berhenti dari hal baik, jenuh, menunda nunda pekerjaan. Untuk itu sebagai seorang Muslim kita harus mengetahui penyebab futur dalam hal beribadah,” katanya.

Menurutnya, ada sembilan penyebab futur yang seringkali tidak kita sadari. Pertama, hilangnya keikhlasan. Keikhlasan adalah syarat penting bagi kelulusan setiap amal shalih. “Dengan ketidakikhlasan amal yang seharusnya diniatkan untuk Allah bisa berubah menjadi karena duniawi,” ujarnya.

“Kedua, kecintaan dunia yang mengalahkan kecintaan akhirat,” urainya. Dia mengarakan, seseorang yang merasakan ketentraman atau kepopuleran, biasanya sedikit demi sedikit keimanannya akan melemah sehingga ibadahnya menjadi berat dan membosankan.

Ketiga, lalai. Menurut dia, kalai itu manusiawi tapi jika lalainya berkali-kali dan disengaja, ini sudah di luar batas kemanusiaan. “Kelalaian inilah yang bisa mendatangkan penyakit futur,” terangnya.

Keempat, ekstrem dalam beragama. Dia menyampaikan, jika seseorang mempelajari agama sebaiknya bertahap sehingga menjalankan ibadahpun mudah dan konsisten. Jadi tidak bersifat ekstrem, suau saat begitu getol, tapi di saat lain melemah.

“Kelima, berlebih lebihan dalam hal mubah. Orang yang melampaui batas dalam hal ubah seperti makan, minum, kendaraan maka akan terserang penyakit malas dan merasa berat dalam melaksanakan ketaatan,” papar dia.

Tangkapan layar Quran Day Smamio Kupas 9 Penyebab Futur (Ririn Masfaridah/PWMU.CO)

 

Obat Futur

Keenam, meremehkan kebaikan. Fajar Al Mahmudi seoran Muslim tidak boleh meremehkan suatu kebaikan bagaimanapun kecilnya kebaikan tersebut.

“Ketujuh, hatinya tergantung pada dunia dan takut mati. Orang yang takut mati, hatinya akan bergantung dengan dunia sehingga sulit memandang kebenaran akhirat,” lanjutnya.

Kedelapan, lingkungan yang buruk. Hidup di tengah masyarakat yang banyak berbuat maksiat dan bangga dengan maksiat tersebut akan melemahkan keimanan. Sangat mungkin tidak bisa melawannya sehingga perlahan futur memasuki hati.

Penyebab futur yang terakhir adalah minimnya ketaatan. Malas melakukan shalat, menyianyiakan waktu, dan menjauhi membaca al-Quran merupakan tanda minimnya ketaatan manusia dalam beribadah.

Fajar Al Mahmudi memberikan pesan kepada siswa Smamio bahwa futur adalah penyakit yang biasa terjadi pada penuntut ilmu akan tetapi tetap bisa diobati.

“Futur memang hal yang wajar terjadi pada penuntut ilmu. Namun sebagai Muslim kita harus segera mengobatinya dengan bangkit dari kefuturan dengan berinteraksi dengan al-Quran. Di antaranya belajar, mendengarkan, membaca, menulis, dan mengamalkan al-Quran adalah cara ampuh untuk mengobati kefuturan,” tandasnya. (*)

 

https://pwmu.co/176886/02/07/quran-day-smamio-kupas-9-penyebab-futur/

Penulis Ririn Masfaridah Editor Mohammad Nurfatoni

5 Macam Simpul dalam Lifeskill Education HW Smamio

Ilham Akbar, sang peraga, sedang mempraktikkan simpul tiang. 5 Macam Simpul dalam Lifeskill Education HW Smamio (Novania Wulandari/PWMU.CO)

PWMU.CO – 5 Macam Simpul dalam Lifeskill Education HW Smamio. Siswa Smamio belajar tali-temali edisi simpul dalam Lifeskill Education Hizbul Wathan yang digelar virtual, Jumat (5/6/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio). Dengan mengangkat tema ‘Tali, Simpul, dan Ikat’ diharapkan peserta bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-harinya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Smamio Fitri Andriyani, MPd menuturkan kegiatan belajar tali-temali ini membutuhkan daya ingat dan ketelitian siswa dalam menggunakan simpul-simpul tali.

“Sehingga ketelitian, kreativitas, dan daya ingat siswa bisa diasah lewat kegiatan ini meskipun secara virtual. Harapan kami, siswa-siswi Smamio bisa mempraktikkan simpul-simpul ini sesuai dengan kegunaannya di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri: Achmad Uzairi SHum dan Risa Akbar Fitria SPd. Keduanya guru sekaligus anggota Hizbul Wathan (HW) Smamio.

Achmad Uzairi SHum memaparkan, tali-temali dalam HW perannya sangat penting. Karena kegiatan HW sebagian besar dilaksanakan di alam terbuka yang banyak mengandalkan bahan-bahan dari alam.

“Pastinya, dengan menggunakan tali atau simpul akan mempermudah aktivitas kita saat di alam terbuka. Seperti pendirian tenda, mengikat tongkat, mengangkat benda berat, atau menuruni dan memanjat tebing dengan menggunakan tali,” papar dia.

Sementara itu, Risa Akbar Fitria SPd menjelaskan belajar simpul kali ini dibarengi dengan praktik agar mempermudah siswa untuk mencobanya di rumah.

“Karena di akhir kegiatan kita memberikan tugas untuk siswa yang dikumpulkan via e-learning Moodle Smamio,” ujarnya.

Lima Macam Simpul

Dalam Lifeskill Education HW edisi simpul ini, tidak hanya diberikan teori namun ditambah pula dengan praktik simpulnya. Salah satu anggota HW Smamio, Ilham Akbar Dewantoro SPsi menjadi model. Dia bertugas memberikan contoh dari macam-macam simpul yang dijelaskan.

Ada lima macam simpul yang diajarkan dalam kegiatan ini. Yaitu, pertama, simpul hidup. Simpul ini untuk mengikat sesuatu di kehidupan sehari-hari. Kelebihannya, cukup mudah untuk dilepas kembali. Implementasinya, simpul ini biasa dipakai untuk mengikat hewan.

Kedua, simpul jangkar. Simpul ini biasanya digunakan untuk membuat tandu darurat yang dipadukan dengan simpul yang lain. “Bisa pula digunakan untuk mengikat ember dan mengangkat sesuatu dari bawah ke atas,” terang Achmad Uzairi, yang juga merupakan guru Bahasa Jepang Smamio.

Baca Juga:  Tekad Smamio Berikan Beasiswa bagi Bibit Pemain Futsal

Ketiga, simpul pangkal. “Kalau simpul pangkal, biasanya kita gunakan untuk mengawali dan memgakhiri simpul lain. Jadi awalnya kita melingkarkan simpul tersebut kemudian disilangkan lalu dilingkarkan kembali dan dimasukkan ke tengah-tengah,” jelas Uzairi—sapaan akrabnya.

Keempat, simpul delapan. Uzairi menjelaskan, dinamakan demikian karena bentuknya seperti angka delapan (8). Fungsinya sebagai simpul pengunci agar barang yang diikat tidak gampang lepas.

Kelima, simpul tiang. Simpul ini biasa digunakan saat kita ingin mengikat tiang atau batang pohon, mengikat leher hewan, atau menolong orang yang tenggelam.

“Karena simpulnya bisa dibesarkan dan dikecilkan sesuai kebutuhan,” jelasnya. (*)

https://pwmu.co/176680/02/05/5-macam-simpul-dalam-lifeskill-education-hw-smamio/

Penulis Novania Wulandari Editor Mohammad Nurfatoni

Guru Smamio Luncurkan Buku PJJ Efektif

Guru Smamio meluncurkan buku antologi Pembelajaran yang Efektif dan Fun yang memuat tulisan opini dari 35 guru. Buku ini di-launching saat perayaan Milad ke-6 dalam acara Penguatan Idelogi Muhammadiyah, Sabtu (23/1/21).

Ulyatun Nikmah menunjukkan buku Pembelajaran yang Efektif dan Fun karya guru Smamio (Devy/PWMU.CO)

PWMU.CO – Guru Smamio meluncurkan buku antologi Pembelajaran yang Efektif dan Fun yang memuat tulisan opini dari 35 guru. Buku ini di-launching saat perayaan Milad ke-6 dalam acara Penguatan Idelogi Muhammadiyah, Sabtu (23/1/21).

Buku setebal 280 halaman yang diterbitkan Kanzun Books dengan nomor ISBN 978-623-7989-42-4 ini memuat empat sub tema: Kreativitas PembelajaranTantangan Guru PembelajarAplikasi Fun Learning di Sekolah, dan Pendidikan di Masa Pandemi.

Waka Pengembangan Pendidikan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik Ulyatun Nikmah SPd sekaligus penulis opini berjudul Hitam Putih Pendidikan Jarak Jauh ini mengatakan guru harus kreatif dalam menyampaikan materi secara daring baik berupa visual, audio, audio visiual (video).

“Guru bisa memanfaatan aplikasi Google Classroom, WA, YouTube, Edmodo, Socrative, Moodle supaya pembelajaran lebih kreatif dan variatif,” ujarnya, Kamis (4/2/21)

Dia memaparkan salah satu metode pembelajaran yang efektif di masa pandemi adalah Blended Learning. Metode ini bisa memberikan kemudahan pembelajaran yang menggabungkan, mengombinasikan pengajaran langsung tatap muka yabg saat ini bisa dilakukan melalui video conference (vicon) dengan pengajaran online.

“Siswa tidak hanya dapat memperoleh sumber belajar melalui e-learning yang disediakan sekolah dan e-book, serta mengakses kemudahan belajar dengan menggunakan fasilitas dari rumah dengan bebas sesuai kebutuhan, namun tetap bisa melakukan tatap muka dengan guru melalui vicon secara terjadwal sesuai materi yang diberikan.”

Pembelajaran Virtual Butuh Ekstra

Hal senada juga disampaikan Yanita Intan Sariani MPd. Guru Bahasa Indonesia yang menulis opini berjudul Never Serrender mengatakan pembelajaran virtual memang membutuhkan segala sesuatu yang ekstra, baik pada ide, waktu, maupun konten. Jadi tidak sebatas kita membuat saja.

“Yang kita buat diusahakan bisa ada unsur menarik siswa untuk antusias terhadap pembelajaran karena realitasnya kita memang terbatas ruang,” jelasnya.

Dalam opininya, dia memaparkan di era pandemi guru harus mencoba mencari cara baru untuk mendapatkan pengajaran metode terbaik memang dibutuhkan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus memanfaatkan  media komunikasi dan teknologi menjadi salah sartu hal yang primer dalam dunia pendidikan.

Prolog dari Guru Besar Unesa

Buku cetakan pertama bulan Januari 2021 ini memuat prolog dari guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Muchlas Samani MPd. Dalam prolognya dia mengapresiasi guru Smamio yang tetap kreatif di tengah pandemi Covid-19.

“Judul buku ini menggambarkan kehebaran teman-teman guru di Smamio. Ketika pandemi Covid-19 melanda segala aspek kehidupan termasuk pendidikan dan pembelajarabn harus dilakukan dari rumah, semua pihak kelabakan. Guru kalang kabut karena belum terbiasa, bahkan ada yang belum paham bagaimana melakukan pembelajaran secara online,” katanya di halaman iii.

Di tengah-tengah situasi itu, lanjutnya, ternyata kreativitas guru Smamio justru bangkit dan terpacu sehingga munculah berbagai inovasi yang kemudian dituangkan dalam tulisan di buku ini. Selamat, sambungnya, kepada seluruh pimpinan, guru, dan warga Smamio telah menjadi pelopor dalam pembelajaran online.

Menyusun Strategi Ilmiah

Hal yang sama juga disampaikan Prof Dr Drs Thohir Luth MAg dalam epilog (penutup) buku. Dia mengarakan buku tentang inovasi pembelajaran daring yang disusun guru Smamio ini menunjukkan bertapa para guru kita memiliki kemampuan yang luar biasa.

“Mereka berhasil menyusun satu strategi ilmiah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan segala akibat yang ditimbulkan,” ujarnya di halaman 261.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Nanang Sutedja SE MM juga berterima kasih pada guru Smamio yang telah berhasil membuat karya buku terkait dengan PJJ yang bertepatan dengan Milad sekolah.

“Buku ini didekasikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan motivasi seluruh tenaga pendidik yang terus belajar dan berkarya dalam situasi apapun serta sebagai kado untuk milad ke-6 Smamio ,” ujarnya.

Semoga, harapnya, buku ini bisa bermanfaat, mampu memberikan semangat baru dan motivasi dalam melaksanakan PJJ yang efektif dan fun. (*)

https://pwmu.co/176407/02/04/guru-smamio-luncurkan-buku-pjj-efektif/

Penulis Ichwan Arif Editor Mohammad Nurfatoni

Muhammadiyah dan Tiga Tantangan Dakwah Global


Sekretaris PCIM Amerika Serikat saat memaparkan materi dalam kegiatan Penguatan Ideologi Muhammadiyah Majelis Dikdasmen PCM GKB (Tangkapan layar Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Muhammadiyah dan 3 Tantangan Dakwah Global. Tema itu mengemuka dalam webinar Penguatan Ideologi Muhammadiyah yang digelar Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB, Gresik, secara virtual, Sabtu (29/1/21).

Dalam webinar bertema “Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Internasional” itu Sekretaris Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat, Muhamad Rofiq Muzakkir LC MA ‘hadir’ sebagai pembicara utama.

Menurutnya, sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah sudah merambah ke dunia internasional. Namun hal itu ini tak lantas membuat kita menjadi aktivis dakwah yang cepat puas. “Masih banyak sumbangsih yang harus bisa Muhammadiyah berikan bagi dunia internasional,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, beberapa sumbangsih Muhammadiyah untuk dunia internasional telah nyata. Di antaranya terlibat dalam penanganan bencana skala global, seperti bencana gempa di Nepal, terlibat dalam resolusi konflik di Filipina, membantu Muslm Rohinya, juga diminta menangani perang sipil di Yaman melalui Lazismu.

“Selain itu, sudah ada 23 PCIM yang sudah didirikan organisasi Muhammadiyah di lima benua. Juga adanya upaya mendirikan Muhammadiyah College di Australia dan Universitas Muhammadiyah di Malaysia,” terang dia.

Pentingnya Meluaskan Dakwah Internasional

Menurut Rofiq, yang melatarbelakangi gerakan dakwah Islam ke kancah internasional adalah absennya kontribusi Islam dalam tatanan dunia. “Saat ini, peran dunia Islam telah terdegradasi sehingga budaya Islam juga mulai terkikis,” ujarnya.

Kemudian absennya visi universalisasi pandangan dunia Islam. Dengan kata lain, tidak adanya visi memberadabkan dunia Islam tanpa batas geografis. Sehingga muncullah pengaruh-pengaruh ideologi kolinialisme dan liberalisme.
Seperti yang dilansir dari buku Fukuyama berjudul End of the World. Rofiq mengatakan, puncak dari peradaban dunia adalah liberalisme atau kapitalisme.

“Sebagai umat Islam, kita harus memiliki misi dakwah Islam as Civilizational Entity. Maksudnya sebagai umat Islam kita harus bisa memberikan citra bahwa Islam mampu menawarkan pemikiran sebagai cahaya masyarakat, karena kita mengerti bahwa tatanan dunia akan kacau dan gelap tanpa islam yang membawa berkah bagi semua.
Selain itu, Islam juga berperan sebagai kekuatan global atau Islam adalah agama peradaban,’ terang kandidat PhD di Arizona State University itu.

 

Tantangan Dakwah Islam Internasional

Rofiq menyampaikan, agar Islam menjadi kekuatan global dan agama peradaban maka perlu menyusun teologis yang disebut amal peradaban. “Pentingnya merumuskan amal peradaban seperti yang ada dalam amanah dari al-Baqarah 143. Ada tiga konsep penting yang bisa dipelajari adalah umatwasatiyyah, dan shuhada,” terang dia. Adapun tantangan yang akan dihadapi umat Islam sekarang ini ada tiga macam.

Pertama, tumbuhnya tren ateisme baru. “Ateisme merupakan suatu paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan. Mereka menganggap bahwa adanya keburukan dan penderitaan manusia di bumi adalah bukti nyata bahwa Tuhan tidak ada,” katanya.

Kedua, adanya kaum yang ragu, termasuk kaum agnostik dan sophist yang tidak mengakui adanya agama. “Kaum ini menganggap bahwa sains mampu menjawab dan menjelaskan alam semesta sehingga tidak lagi diperlukan agama,” terangnya.

Ketiga, maraknya Islamophobia di dunia Internasional. Akhir”-akhir ini kita sering mendengar berita bahwa Islam dicitrakan sangat negatif dan buruk. Mulai dari aksi kejahatan hingga aksi terorisme dunia,” kata dia.

Dia mengatakan, contoh paling nyata dari tindakan Islamophobia ini terjadi di Amerika. Partai yang berkuasa saat ini sangat membenci Islam sehingga mereka selalu melontarkan hate speech kepada umat Islam.
Akibatnya umat Islam di Amerika mengalami diskriminasi.

“Selain itu, saudara muslim kita yang ada di India juga sedang mengalami persekusi karena Islam dideskreditkan di negara tersebut. Belum lagi penderitaan saudara Muslim kita di Uyghur, China yang mengalami diskriminalisasi, cuci otak, dan persekusi untuk menghancurkan komunitas Islam di China,” ungkapnya.

Rofiq lalu menyampaikan beberapa konsep teologis yaitu ada amanah dari al-Quran bahwa umat Islam itu adalah umat yang bersifat global.

“Islam itu agama peradaban rahmatan lil alamin. Oleh karena itu kita sebagai warga Muhammadiyah bergerak pada lingkup masing-masing perlu paradigma bahwa Islam itu agama peradaban. Islam itu rahmatan lil alamin. Jadi rahmat harus dirasakan oleh seluruh umat. Oleh karena itu kita perlu membawa Muhammadiyah ke lingkup yang lebih luas. Islam perlu hadir ke tatanan dunia, menawarkan pemikiran,” harap dia.

Rofiq menegaskan, yang harus dilakukan ke depan adalah menyiapkan amal usaha yang berdaya saing internasional. mengembangkan kompetensi bahasa asing (Arab, Eropa, China) dosen, guru, dan dai.

“Juga membangun jaringan dakwah internasional. Semuanya untuk satu tujuan yaitu memyampaikan dakwah Islam berkemajuan,” ujarnya. (*)

https://pwmu.co/175915/02/01/muhammadiyah-dan-tiga-tantangan-dakwah-global/

Penulis Kaiisnawati. Editor Mohammad Nurfatoni.

Milad Ke-6, Smamio Resmikan 3 Ikon Sekolah

Milad ke-6 Smamio diresmikan 3 ikon sekolah mulai dari peresmian tvMu Jawa Timur Stasiun Mugeb Gresik, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Sekolah Riset, Jumat (22/1/21).
Gedung SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Milad ke-6, Smamio diresmikan 3 ikon sekolah. Yakni peresmian TVMu Jawa Timur Stasiun Mugeb Gresik, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Sekolah Riset, Jumat (22/1/21).

Tiga ikon SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik tersebut di-launching dalam acara yang dikemas dengan tema Beyond Creativity secara virtual.

Lagu Beatiful in White mengiringi acara puncak Milad Ke-6 Smamio yang mengambil tema Beyond Creativity secara virtual, Jumat (22/1/21).

Ada lagu Beatiful in White

Dalam peresmian tersebut, siswa kelas XI MIA 3 Wulan Ramadhani membawakan lagu Beatiful in White. Lagu milik Share Filan yang ditulis Savan Kotecha dan Arnthor Birgisson ini dinyanyikan secara apik.

Selain Beatiful in White, siswa yang mulai suka menyanyi sejak di bangku SD ini juga menyanyikan lagu A Thousand Years dari Christina Perri. Lagu yang dirilis pada 2011 dan menjadi original soundtrack film Breaking Dawn (2011) ini dinyanyikan Wulan, sapaan akrabnya, dengan nyaring.  

“Saya butuh waktu satu pekan untuk latihan dan dua kali gladi bersih. Hal ini supaya nyanyinya tidak mengecewakan,” ujarnya.

Dari Keluarga Suka Musik

Wulan mengaku bakat menyanyinya tidak pernah diasah di kursus khusus musik ataupun privat. “Bakat alami menyanyinya emang dari keluarga bunda ada yang berbakat menyanyi. Jadi mulai dari kecil sudah suka nyanyi plus dengerin.”

Saat dikonfirmasi PWMU.CO, 2 lagu yang dinyanyikan di acara puncak Milad, cewek yang bercita-cita menjadi dokter ini mengaku ada beberapa kesulitan yang berbeda ketika menyanyikan lagu tersebut.

“Lagu pertama Beautiful in White kesulitan ada di bagian nada rendahnya dan lagu A Thousand Years sulit di bagian nada tingginya,” jelasnya.

Kata guru, lanjutnya, 2 lagu itu sangat cocok dengan karakter suara, sehingga perlu latihan ekstra keras supaya penampilannya tidak mengecewakan.

Walaupun ditayangkan secara virtual, cewek yang suka menari ini juga ada perasaan gugup juga. Tapi, sambungnya, ada perasaan seneng sih dikasi kesempatan tampil di acara besar Smamio kayak gini. Ngerasa spesial aja gitu.

“Ada perasaan lega ketika dua lagu selesai dibawakan dalam acara Milad Smamio,” tandasnya. (*)

Penulis Fiska Puspa Dwi Arinda. Editor Ichwan Arif.

https://pwmu.co/174639/01/23/milad-ke-6-smamio-resmikan-3-ikon-sekolah1/